MAKALAH
“ ANDROID”
Dosen Pengampu :
Septia Lutfi
Disusun Oleh :
Nama : zaini maftukhin
NIM : 2114R0809
STIMIK HIMSYA SEMARANG
TAHUN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur
penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat-Nya lah Penulis dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Tak lupa Penulis juga
menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah mendukung dan membantu Penulis dalam
menyelesaikan makalah yang berjudul “MAKALAH ANDROID” ini.
Penulis menyadari bahwa makalah tersebut masih banyak adanya kekurangan dan
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis berharap akan kritik dan
sarannya dari segenap pembaca. Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat
tersebut dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih
BLORA,
Oktober 2014
Penulis
Zaini
Maftukhin
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Android merupakan sistem operasi Linux yang
dirancang untuk perangkat seluler layar
sentuh seperti telepon dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc.,
dengan dukungan finansial dari Google.
Lalu kemudian dibeli pada tahun 2005. Sistem
operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari
perusahaan-perusahaan perangkat
keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel
Android pertama kali mulai dijual
pada bulan Oktober 2008. Android adalah sistem operasi dengan sumber terbuka, dan Google merilis kodenya di bawah Lisensi Apache. Kode dengan sumber terbuka dan lisensi perizinan pada Android
memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi secara bebas dan
didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator nirkabel, dan pengembang
aplikasi. Selain itu, Android memiliki sejumlah besar komunitas pengembang
aplikasi yang memperluas fungsionalitas perangkat, umumnya ditulis dalam versi
kustomisasi bahasa pemrograman Java. Pada bulan Oktober 2012, ada sekitar 700.000 aplikasi
yang tersedia untuk Android, dan sekitar 25 juta aplikasi telah diunduh dari Google Play, toko aplikasi utama Android. Sebuah survey pada bulan April-Mei 2013 menemukan
bahwa Android adalah platform paling populer bagi para pengembang, digunakan
oleh 71% pengembang aplikasi seluler.
B. Rumusan
Masalah
1. 1. Bagaimana sejarah perkembangan Android?
2. 2. Bagaimana deskripsi system operasi Android?
3. 3. Bagaimana pengembangan system operasi Android?
4. 4. Bagimana keemanan dan privasi system operasi
Android?
5. 5. Bagaimana lisensi dan penerimaan system operasi
Android?
6. 6. Apa Kelebihan dan Kelemahan Android?
7. 7. Apa saja macam-macam versi Android?
8. 8. Bagaimana perbandingan Android Jelly Bean 4.1
dengan Android Gingerbread 2.3?
C. Tujuan
Tujuan
pembuatan makalah ini yaitu agar pembaca dapat mengenal lebih dalam seputar
perkembangan teknologi system operasi Android dari mulai
sejarah sampai macam-macam Android dari versi pertama sampai versi terbaru.
D. Manfaat
Saya
berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, yang tadinya belum
mengerti system operasi Android menjadi lebih mengerti apa itu system operasi
Android.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Android
Android, Inc. Didirikan
di Palo Alto, California, pada bulan Oktober 2003 oleh Andy
Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (pendiri Wildfire
Communications, Inc.), Nick Sears (mantan VP T-Mobile), dan
Chris White (kepala desain dan pengembangan antarmuka webtv) untuk
mengembangkan "perangkat seluler pintar yang lebih sadar akan lokasi dan
preferensi penggunanya". Tujuan awal pengembangan Android adalah
untuk mengembangkan sebuah sistem operasi canggih yang diperuntukkan
bagi kamera digital, namun kemudian disadari bahwa pasar untuk perangkat
tersebut tidak cukup besar, dan pengembangan Android lalu dialihkan bagi pasar
telepon pintar untuk menyaingi Symbian dan Windows
Mobile (iphone Apple belum dirilis pada saat itu). Meskipun para
pengembang Android adalah pakar-pakar teknologi yang berpengalaman, Android
Inc. Dioperasikan secara diam-diam, hanya diungkapkan bahwa para pengembang
sedang menciptakan sebuah perangkat lunak yang diperuntukkan bagi telepon
seluler. Masih pada tahun yang sama, Rubin kehabisan uang. Steve
Perlman, seorang teman dekat Rubin, meminjaminya $10.000 tunai dan menolak
tawaran saham di perusahaan.
Google mengakuisisi
Android Inc. Pada tanggal 17 Agustus 2005, menjadikannya sebagai anak
perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Google. Pendiri Android Inc. Seperti
Rubin, Miner dan White tetap bekerja di perusahaan setelah diakuisisi oleh
Google. Setelah itu, tidak banyak yang diketahui tentang perkembangan
Android Inc. Namun banyak anggapan yang menyatakan bahwa Google berencana untuk
memasuki pasar telepon seluler dengan tindakannya ini. Di Google, tim yang
dipimpin oleh Rubin mulai mengembangkan platform perangkat seluler dengan
menggunakan kernel Linux. Google memasarkan platform tersebut kepada
produsen perangkat seluler dan operator nirkabel, dengan janji bahwa
mereka menyediakan sistem yang fleksibel dan bisa diperbarui. Google telah
memilih beberapa mitra perusahaan perangkat lunak dan perangkat keras, serta
mengisyaratkan kepada operator seluler bahwa kerjasama ini terbuka bagi
siapapun yang ingin berpartisipasi.
Spekulasi tentang niat
Google untuk memasuki pasar komunikasi seluler terus berkembang hingga bulan
Desember 2006. BBC dan Wall Street Journal melaporkan bahwa Google
sedang bekerja keras untuk menyertakan aplikasi dan mesin pencarinya di perangkat seluler.
Berbagai media cetak dan media daring mengabarkan bahwa Google sedang
mengembangkan perangkat seluler dengan merek Google. Beberapa di antaranya
berspekulasi bahwa Google telah menentukan spesifikasi teknisnya, termasuk
produsen telepon seluler dan operator jaringan. Pada bulan Desember 2007, informationweek melaporkan bahwa Google
telah mengajukan beberapa aplikasi paten di bidang telepon seluler.
Pada tanggal 5 November
2007, Open Handset
Alliance (OHA) didirikan. OHA adalah konsorsium dari
perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google, produsen perangkat seluler
seperti HTC, Sony dan Samsung, operator nirkabel
seperti Sprint
Nextel dan T-Mobile, serta produsen
chipset seperti Qualcomm dan Texas Instruments. OHA sendiri bertujuan
untuk mengembangkan standar
terbuka bagi perangkat seluler. Saat itu, Android diresmikan sebagai produk
pertamanya; sebuah platform perangkat seluler yang
menggunakan kernel
Linux versi 2.6. Telepon seluler
komersial pertama yang menggunakan sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang diluncurkan pada
22 Oktober 2008.
Sejak tahun 2008,
Android secara bertahap telah melakukan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan
kinerja sistem operasi, menambahkan fitur baru, dan memperbaiki bug yang terdapat pada
versi sebelumnya. Setiap versi utama yang dirilis dinamakan secara alfabetis
berdasarkan nama-nama makanan pencuci mulut atau cemilan bergula; misalnya,
versi 1.5 bernama Cupcake, yang kemudian diikuti
oleh versi 1.6 Donut. Versi terbaru adalah
4.3 Jelly Bean. Pada tahun 2010, Google merilis seri Nexus; perangkat telepon
pintar dan tablet dengan sistem operasi Android yang diproduksi oleh mitra
produsen telepon seluler seperti HTC, LG, dan Samsung. HTC bekerjasama dengan Google dalam merilis produk telepon
pintar Nexus pertama, yakni Nexus
One. Seri ini telah
diperbarui dengan perangkat yang lebih baru, misalnya telepon pintar Nexus 4 dan tablet Nexus 10 yang diproduksi oleh LG
dan Samsung.
Pada 13 Maret 2013, Larry Page mengumumkan dalam
postingan blognya bahwa Andy Rubin telah pindah dari divisi Android untuk
mengerjakan proyek-proyek baru di Google. Ia digantikan oleh Sundar Pichai, yang sebelumnya
menjabat sebagai kepala divisi Google Chrome yang mengembangkan Chrome OS.
B. Deskripsi
Android
1. Antarmuka
Deskripsi antarmuka
pengguna pada Android didasarkan pada manipulasi langsung, menggunakan masukan
sentuh yang serupa dengan tindakan di dunia nyata, misalnya menggesek (swiping),
mengetuk (tapping), dan mencubit (pinching), untuk memanipulasi
obyek di layar. Masukan pengguna
direspon dengan cepat dan juga tersedia antarmuka sentuh layaknya permukaan
air, seringkali menggunakan kemampuan getaran perangkat untuk memberikan umpan balik haptik kepada pengguna.
Perangkat keras internal seperti akselerometer, giroskop, dan sensor proksimitas digunakan oleh beberapa
aplikasi untuk merespon tindakan pengguna, misalnya untuk menyesuaikan posisi
layar dari potret ke lanskap, tergantung pada bagaimana perangkat diposisikan,
atau memungkinkan pengguna untuk mengarahkan kendaraan saat bermain balapan
dengan memutar perangkat sebagai simulasi kendali setir. Ketika dihidupkan,
perangkat Android akan boot pada layar depan (homescreen), yakni
navigasi utama dan pusat informasi pada perangkat, serupa dengan desktop pada komputer pribadi. Layar depan Android
biasanya terdiri dari ikon aplikasi dan widget; ikon aplikasi
berfungsi untuk menjalankan aplikasi terkait, sedangkan widget menampilkan
konten secara langsung dan terbarui otomatis, misalnya prakiraan cuaca, kotak
masuk surelpengguna, atau
menampilkan tiker berita secara langsung dari layar depan. Layar depan bisa terdiri dari beberapa halaman,
pengguna dapat menggeser bolak balik antara satu halaman ke halaman lainnya,
yang memungkinkan pengguna Android untuk mengatur tampilan perangkat sesuai
dengan selera mereka. Beberapa aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Google Play dan di toko aplikasi
lainnya secara ekstensif mampu mengatur kembali tema layar depan Android, dan
bahkan bisa meniru tampilan sistem operasi lain, misalnya Windows Phone. Kebanyakan produsen telepon seluler dan operator
nirkabel menyesuaikan tampilan perangkat Android buatan mereka untuk
membedakannya dari pesaing mereka.
Di bagian atas layar terdapat status bar, yang menampilkan informasi
tentang perangkat dan konektivitasnya. Status bar ini bisa "ditarik"
ke bawah untuk membuka layar notifikasi yang menampilkan informasi penting atau
pembaruan aplikasi, misalnya surel diterima atau SMS masuk, dengan cara tidak
mengganggu kegiatan pengguna pada perangkat. Pada versi awal Android, layar notifikasi ini bisa digunakan untuk membuka
aplikasi yang relevan, namun setelah diperbarui, fungsi ini semakin
disempurnakan, misalnya kemampuan untuk memanggil kembali nomor telepon dari
notifikasi panggilan tak terjawab tanpa harus membuka aplikasi utama.
Notifikasi ini akan tetap ada sampai pengguna melihatnya, atau dihapus dan di
nonaktifkan oleh pengguna.
2. Aplikasi
Android memungkinkan
penggunanya untuk memasang aplikasi pihak ketiga, baik yang diperoleh dari toko
aplikasi seperti Google Play, Amazon Appstore, ataupun dengan
mengunduh dan memasang berkas APK dari situs pihak
ketiga. Di Google Play,
pengguna bisa menjelajah, mengunduh, dan memperbarui aplikasi yang diterbitkan
oleh Google dan pengembang pihak ketiga, sesuai dengan persyaratan
kompatibilitas Google. Google Play akan menyaring daftar aplikasi yang tersedia
berdasarkan kompatibilitasnya dengan perangkat pengguna, dan pengembang dapat
membatasi aplikasi ciptaan mereka bagi operator atau negara tertentu untuk
alasan bisnis. Pembelian aplikasi yang
tidak sesuai dengan keinginan pengguna dapat dikembalikan dalam waktu 15 menit
setelah pengunduhan. Beberapa operator
seluler juga menawarkan tagihan langsung untuk pembelian aplikasi di Google
Play dengan cara menambahkan harga pembelian aplikasi pada tagihan bulanan
pengguna. Pada bulan September
2012, ada lebih dari 675.000 aplikasi yang tersedia untuk Android, dan
perkiraan jumlah aplikasi yang diunduh dari Play Store adalah 25 miliar.
Aplikasi Android
dikembangkan dalam bahasa Java dengan menggunakan kit pengembangan perangkat lunak Android (SDK).
SDK ini terdiri dari seperangkat perkakas pengembangan, termasuk debugger, perpustakaan
perangkat lunak, emulator handset yang berbasis QEMU, dokumentasi, kode sampel, dan tutorial. Didukung secara resmi oleh lingkungan pengembangan terpadu (IDE) Eclipse, yang menggunakan
plugin Android Development Tools (ADT). Perkakas pengembangan lain yang
tersedia di antaranya adalah Native
Development Kit untuk aplikasi atau ekstensi dalam C atau C++, Google App Inventor, lingkungan visual
untuk pemrogram pemula, dan berbagai kerangka kerja aplikasi web seluler lintas platform.
C. Perkembangan Android
Android dikembangkan
secara pribadi oleh Google sampai perubahan terbaru dan pembaruan siap untuk
dirilis, dan informasi mengenai kode sumber juga mulai diungkapkan kepada
publik. Kode sumber ini hanya
akan berjalan tanpa modifikasi pada perangkat tertentu, biasanya pada seri Nexus.
Ada binari tersendiri yang
disediakan oleh produsen agar Android bisa beroperasi. Logo Android yang berwarna hijau dirancang oleh
desainer grafis Irina Blok.
1. Linux
Android terdiri dari kernel yang berbasis kernel Linux versi 3.x (versi 2.6
pada Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan pendahulunya). Peranti tengah, perpustakaan perangkat lunak, dan API ditulis dalam C, dan perangkat lunak aplikasi berjalan pada kerangka kerja aplikasi, termasuk perpustakan
kompatibel-Java yang berbasis Apache
Harmony. Android menggunakan mesin virtual
Dalvik dengan kompilasi tepat
waktu untuk menjalankan 'dex-code' Dalvik (Dalvik Executable), biasanya
diterjemahkan dari kodebit Java. Platform perangkat keras utama pada Android adalah arsitektur ARM. Ada juga dukungan
untuk x86 dari proyek Android-x86 dan Google TV menggunakan versi x86
khusus Android. Pada tahun 2013, Freescale mengumumkan melibatkan Android dalam prosesor i.MX buatannya, yakni seri i.MX5X dan i.MX6X. Pada 2012, prosesor Intel juga mulai muncul pada
platform utama Android, misalnya pada telepon seluler.
Arsitektur kernel Linux
pada Android telah diubah oleh Google, berbeda dengan siklus pengembangan
kernel Linux biasa. Secara standar, Android
tidak memiliki X Window
System asli ataupun dukungan set lengkap dari perpustakaan GNU standar. Oleh sebab
itu, sulit untuk memporting perpustakaan atau
aplikasi Linux pada Android. Dukungan untuk aplikasi
simpel C dan SDL bisa dilakukan dengan
cara menginjeksi shim Java dan menggunakan JNI, misalnya pada port Jagged Alliance 2 untuk Android.
Salah satu fitur yang
coba disumbangkan oleh Google untuk kernel Linux adalah fitur manajemen daya
yang disebut "wakelocks", namun fitur ini ditolak oleh pengembang
kernel utama karena mereka merasa bahwa Google tidak menunjukkan niatnya untuk
mengembangkan kodenya sendiri. Pada bulan April 2010,
Google mengumumkan bahwa mereka akan menyewa dua karyawan untuk mengembangkan
komunitas kernel Linux. Namun Greg Kroah-Hartman, pengelola kernel
Linux versi stabil, menyatakan pada bulan Desember 2010; ia khawatir bahwa
Google tak lagi berusaha untuk mengubah kode utama Linux. Beberapa pengembang Android di Google mengisyaratkan
bahwa "tim Android sudah mulai jenuh dengan proses ini", karena
mereka hanyalah tim kecil dan dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang mendesak
demi keberlangsungan Android.
Pada Agustus 2011, Linus Torvalds menyatakan:
"akhirnya Android dan Linux akan kembali pada kernel umum, tapi mungkin
hanya untuk empat atau lima tahun kedepan". Pada Desember 2011, Greg Kroah-Hartman mengumumkan dimulainya Android
Mainlining Project, yang bertujuan untuk mengembalikan beberapa pemacu, patch, dan fitur
Android pada kernel Linux, yang dimulai dengan Linux 3.3. Setelah upaya sebelumnya gagal, Linux akhirnya
menyertakan fitur wakelocks dan autosleep pada kernel 3.5. Antarmukanya masih
sama, namun implementasi Linux yang baru memiliki dua mode suspend berbeda: suspend ke penyimpanan (suspendtradisional
yang digunakan oleh Android), dan ke cakram (hibernasi, serupa dengan fitur
yang ada pada desktop). Penyertaan fitur baru
ini akan rampung pada Kernel 3.8, Google telah membuka repositori kode publik
yang berisi karya eksperimental mereka untuk mendesain ulang Android dengan
Kernel 3.8.
Memori kilat (flash storage) pada perangkat Android dibagi menjadi beberapa
partisi, misalnya "/system" untuk sistem operasi, dan "/data"
untuk pemasangan aplikasi dan data pengguna. Berbeda dengan distribusi desktop Linux, pemilik perangkat Android tidak
diberikan akses root pada sistem operasi,
dan partisi sensitif seperti /system bersifat read-only. Namun, akses root dapat diperoleh dengan cara
memanfaatkan kelemahan keamanan pada Android, cara ini sering digunakan oleh komunitas sumber terbuka untuk meningkatkan
kinerja perangkat mereka, namun juga bisa
dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan virus dan perangkat perusak.
Terkait dengan masalah apakah Android bisa digolongkan ke dalam distribusi
Linux masih diperdebatkan secara luas. Linux Foundation dan Chris Di Bona, kepala sumber terbuka Google, mendukung hal ini.
Sedangkan yang lainnya, seperti teknisi Google Patrick Brady, menentangnya, ia
beralasan bahwa Android kurang mendukung sebagian besar perkakas GNU, termasuk glibc.
2. Pengelolaan Memory
Karena perangkat
Android umumnya bertenaga baterai, Android dirancang untuk mengelola memori (RAM) guna menjaga konsumsi daya minimal, berbeda dengan
sistem operasi desktop yang bisa terhubung pada sumber daya listrik tak terbatas. Ketika
sebuah aplikasi Android tidak lagi digunakan, sistem secara otomatis akan
menangguhkannya (suspend) dalam memori – secara teknis aplikasi
tersebut masih "terbuka", namun dengan ditangguhkan, aplikasi tidak
akan mengkonsumsi sumber daya (misalnya daya baterai atau daya pemrosesan), dan
akan "diam" di latar belakang hingga aplikasi tersebut digunakan kembali.
Cara ini memiliki manfaat ganda, tidak hanya meningkatkan respon perangkat
Android karena aplikasi tidak perlu ditutup dan dibuka kembali dari awal setiap
saat, tetapi juga memastikan bahwa aplikasi yang berjalan di latar belakang
tidak menghabiskan daya secara sia-sia.
Android mengelola aplikasi yang tersimpan di memori secara otomatis: ketika
memori lemah, sistem akan menonaktifkan aplikasi dan proses yang tidak aktif
untuk sementara waktu, aplikasi akan dinonaktifkan dalam urutan terbalik,
dimulai dari yang terakhir digunakan. Proses ini tidak terlihat oleh pengguna,
jadi pengguna tidak perlu mengelola memori atau menonaktifkan aplikasi secara
manual. Namun, kebingungan
pengguna atas pengelolaan memori pada Android telah menyebabkan munculnya
beberapa aplikasi task killer pihak ketiga yang populer di Google Play.
3. Pembaruan Android
Google menyediakan
pembaruan utama bagi versi Android, dengan jangka waktu setiap enam sampai
sembilan bulan. Sebagian besar perangkat mampu menerima pembaruan melalui udara (OTA). Pembaruan utama terbaru adalah Android 4.3 Jelly Bean. Dibandingkan dengan
sistem operasi seluler saingan utamanya, yaitu ios, pembaruan Android biasanya lebih lambat diterima oleh perangkat
penggunanya. Untuk perangkat selain merek Nexus, pembaruan biasanya baru bisa
diterima dalam waktu berbulan-bulan setelah dirilisnya versi resmi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya variasi perangkat keras Android, sehingga
setiap pembaruan harus disesuaikan secara khusus, misalnya: kode sumber resmi
Google hanya berjalan pada perangkat Nexus. Porting Android pada perangkat
keras tertentu yang dilakukan oleh produsen telepon seluler membutuhkan waktu
dan proses, para produsen ini umumnya mengutamakan perangkat terbaru mereka
untuk menerima pembaruan, dan mengenyampingkan perangkat lama. Oleh sebab itu, telepon pintar lama seringkali tidak
diperbarui jika produsen memutuskan bahwa itu hanya menghabiskan waktu,
meskipun sebenarnya perangkat tersebut mampu menerima pembaruan. Masalah ini
diperparah ketika produsen menyesuaikan Android dengan antarmuka dan aplikasi
ciptaan mereka, yang mana ini harus diterapkan kembali untuk setiap perilisan
terbaru. Penundaan lainnya juga bisa disebabkan oleh operator nirkabel; setelah
menerima pembaruan dari produsen ponsel, operator akan menyesuaikannya dengan
kebutuhan mereka, misalnya melakukan pengujian ekstensif terhadap jaringan
sebelum mengirim pembaruan kepada pengguna.
Kurangnya dukungan pasca-penjualan dari produsen ponsel dan operator telah
menimbulkan kritikan dari para konsumen dan media teknologi. Beberapa pengkritik menyatakan bahwa industri memiliki
motif keuangan untuk tidak memperbarui perangkat mereka, seperti tidak adanya
pembaruan bagi perangkat lama dan memperbarui perangkat yang baru dengan tujuan
meningkatkan penjualan, sikap yang mereka sebut
"menghina". The Guardian melaporkan bahwa metode
pembaruan yang rumit terjadi karena produsen ponsel dan operator-lah yang telah
merancangnya seperti itu. Pada 2011, Google, yang
bekerjasama dengan sejumlah perusahaan industri, membentuk "Android Update
Alliance", dengan janji bahwa mereka akan memberikan pembaruan secara
tepat waktu bagi setiap perangkat dalam jangka 18 bulan setelah dirilisnya
versi resmi. Sejak didirikan hingga
tahun 2013, aliansi ini tak pernah disebut-sebut lagi.
4. Komunitas Terbuka
Android
Android memiliki
komunitas pengembang dan penggemar aktif yang menggunakan kode sumber Android
untuk mengembangkan dan mendistribusikan versi modifikasi Android buatan
mereka. Komunitas pengembang
ini seringkali memberikan pembaruan dan fitur-fitur baru bagi perangkat lebih
cepat jika dibandingkan dengan produsen/operator, meskipun pembaruan tersebut
tidak menjalani pengujian ekstensif atau tidak memiliki jaminan kualitas. Mereka berupaya untuk terus memberikan dukungan bagi
perangkat-perangkat lama yang tak lagi menerima pembaruan resmi, ataupun
memodifikasi perangkat Android agar bisa berjalan dengan menggunakan sistem
operasi lain, misalnya HP touchpad. Komunitas ini
seringkali merilis pembaruan bagi perangkat pra-rooted, dan berisi modifikasi
yang tidak cocok bagi pengguna non-teknis.
Cyanogenmod adalah perangkat
tegar (firmware) komunitas yang paling banyak digunakan, dan menjadi dasar
bagi sejumlah firmware lainnya. Secara historis, produsen perangkat dan
operator seluler biasanya tidak mendukung pengembangan firmware oleh pihak ketiga. Produsen khawatir bahwa akan muncul
fungsi yang tidak sesuai jika perangkat menggunakan perangkat lunak yang tidak resmi,
sehingga akan menyebabkan munculnya biaya tambahan. Selain itu, firmware modifikasi seperti
cyanogenmod kadang-kadang menawarkan fitur yang membuat operator harus
mengeluarkan biaya premium, misalnya tethering.
Akibatnya, kendala
teknis seperti terkuncinya bootloader dan terbatasnya akses
untuk root umumnya bisa ditemui di kebanyakan perangkat Android.
Namun, perangkat lunak buatan komunitas pengembang semakin populer, dan setelah
Kongres Pustakawan Amerika Serikat mengijinkan "jailbreaking" perangkat
seluler, produsen ponsel dan
operator mulai memperlunak sikap mereka terhadap pengembang pihak ketiga.
Beberapa produsen ponsel, termasuk HTC, Motorola, Samsung dan Sony, mulai memberikan dukungan dan mendorong pengembangan
perangkat lunak pihak ketiga.
Sebagai hasilnya,
kendala pembatasan
perangkat keras untuk memasang firmware tidak resmi mulai berkurang secara bertahap setelah
meningkatnya jumlah perangkat yang memiliki kemampuan untuk membukabootloader,
sama dengan seri ponsel Nexus, meskipun pengguna harus kehilangan garansi perangkat mereka jika
melakukannya. Akan tetapi, meskipun
produsen ponsel telah menyetujui pengembangan perangkat lunak pihak ketiga,
beberapa operator seluler di Amerika
Serikat masih mewajibkan ponsel penggunanya untuk "dikunci".
Kemampuan untuk membuka dan meretas sistem pada telepon pintar dan tablet
terus menjadi sumber perdebatan antar komunitas pengembang dan industri;
komunitas beralasan bahwa pengembangan tidak resmi dilakukan karena industri
gagal memberikan pembaruan yang tepat waktu bagi pengguna, atau untuk tetap
melanjutkan dukungan versi terbaru bagi perangkat mereka.
D. Keamanan dan Privasi
Android
Aplikasi Android
berjalan di sandbox, sebuah area
terisolasi yang tidak memiliki akses pada sistem, kecuali izin akses yang
secara eksplisit diberikan oleh pengguna ketika memasang aplikasi. Sebelum
memasang aplikasi,Play Store akan menampilkan semua
izin yang diperlukan, misalnya: sebuah permainan perlu mengaktifkan getaran
atau menyimpan data pada Kartu SD, tapi tidak perlu izin
untuk membaca SMS atau mengakses buku telepon. Setelah meninjau izin tersebut,
pengguna dapat memilih untuk menerima atau menolaknya, dan bisa memasang
aplikasi hanya jika mereka menerimanya.
Sistem sandbox dan perizinan pada Android bisa mengurangi dampak
kerentanan terhadap bug pada aplikasi, namun
ketidaktahuan pengembang dan terbatasnya dokumentasi telah menghasilkan
aplikasi yang secara rutin meminta izin yang tidak perlu, sehingga mengurangi
efektivitasnya. Beberapa perusahaan
keamanan perangkat lunak seperti Avast, Lookout Mobile
Security, AVG Technologies, dan mcafee, telah merilis perangkat lunak antivirus ciptaan mereka
untuk perangkat Android. Perangkat lunak ini sebenarnya tidak bekerja secara
efektif karena sandbox juga bekerja pada aplikasi tersebut, sehingga
membatasi kemampuannya untuk memindai sistem secara lebih mendalam.
Hasil penelitian
perusahaan keamanan Trend Micro menunjukkan bahwa
penyalahgunaan layanan premium adalah tipe perangkat perusak (malware) paling
umum yang menyerang Android; pesan teks akan dikirim dari ponsel yang telah
terinfeksi ke nomor telepon premium tanpa persetujuan atau sepengetahuan
pengguna. Perangkat perusak
lainnya akan menampilkan iklan yang tidak diinginkan pada perangkat, atau mengirim
informasi pribadi pada pihak ketiga yang tak berwenang. Ancaman keamanan pada Android dilaporkan tumbuh secara
eksponensial, namun teknisi di Google menyatakan bahwa perangkat perusak dan
ancaman virus pada Android hanya dibesar-besarkan oleh perusahaan antivirus
untuk alasan komersial, dan menuduh industri
antivirus memanfaatkan situasi tersebut untuk menjual produknya kepada
pengguna. Google menegaskan bahwa
keberadaan perangkat perusak berbahaya pada Android sebenarnya sangat jarang, dan survei yang dilakukan oleh F-Secure menunjukkan
bahwa hanya 0,5% dari perangkat perusak Android yang berasal dari Google Play.
Google baru-baru ini
menggunakan pemindai perangkat perusak Google Bouncer untuk mengawasi dan memindai aplikasi di Google Play. Tindakan ini bertujuan untuk menandai aplikasi yang
mencurigakan dan memperingatkan pengguna atas potensi masalah pada aplikasi
sebelum mereka mengunduhnya. Android versi 4.2 Jelly Bean dirilis pada tahun 2012 dengan fitur keamanan yang
ditingkatkan, termasuk pemindai perangkat perusak yang disertakan dalam sistem;
pemindai ini tidak hanya memeriksa aplikasi yang dipasang dari Google Play,
namun juga bisa memindai aplikasi yang diunduh dari situs-situs pihak ketiga.
Sistem akan memberikan peringatan yang memberitahukan pengguna ketika aplikasi
mencoba mengirim pesan teks premium, dan memblokir pesan tersebut, kecuali jika
pengguna mengijinkannya.
Telepon pintar Android memiliki kemampuan untuk melaporkan lokasi titik
akses Wi-Fi, terutama jika
pengguna sedang bepergian, untuk menciptakan basis data yang berisi lokasi
fisik dari ratusan juta titik akses tersebut. Basis data ini membentuk peta
elektronik yang bisa memosisikan lokasi telepon pintar. Hal ini memungkinkan
pengguna untuk menjalankan aplikasi seperti Foursquare, Google Latitude, Facebook Places, dan untuk mengirimkan
iklan berbasis lokasi. Beberapa perangkat
lunak pemantau pihak ketiga juga bisa mendeteksi saat informasi pribadi dikirim
dari aplikasi ke server jarak jauh. Sifat sumber terbuka Android memungkinkan kontraktor keamanan untuk
menyesuaikan perangkat dengan penggunaan yang sangat aman. Misalnya, Samsung
bekerjasama dengan General Dynamics melalui proyek "Knox" Open Kernel Labs.
E. Lisensi dan Penerimaan
Android
Kode sumber untuk Android tersedia di bawah lisensi perangkat lunak sumber terbuka dan bebas. Google menerbitkan
sebagian besar kode (termasuk kode jaringan dan telepon) di bawahlisensi Apache versi 2.0. Sisanya, perubahan kernel Linux berada di bawah GNU General Public License versi 2. Open Handset Alliance mengembangkan perubahan
kernel Linux dengan kode sumber terbuka yang dipubikasikan setiap saat.
Selebihnya, Android dikembangkan secara pribadi oleh Google, dengan kode sumber
yang diterbitkan untuk umum ketika versi baru diluncurkan. Biasanya Google
bekerjasama dengan produsen perangkat keras untuk mengembangkan sebuah
perangkat "andalan" (misalnya seri Google Nexus) yang disertai dengan
versi baru Android, kemudian menerbitkan kode sumbernya setelah perangkat
tersebut dirilis.
Pada awal 2011, Google
memilih untuk menahan sementara kode sumber Android untuk tablet yang dirilis
dengan versi 3.0 Honeycomb. Menurut Andy Rubin dalam sebuah posting
blog resmi Android, alasannya karena Honeycomb dirilis untuk berjalan
pada produk Motorola Xoom, dan Google tidak ingin pihak ketiga "memperburuk
pengalaman pengguna" dengan mencoba mengoperasikan versi Android yang
ditujukan untuk tablet pada telepon pintar. Kode sumber tersebut akhirnya dipublikasikan pada bulan November 2011
dengan dirilisnya Android 4.0 Ice Cream Sandwich.
Meskipun bersifat
terbuka, produsen perangkat tidak bisa menggunakan merek dagang Android Google
seenaknya, kecuali Google menyatakan bahwa perangkat tersebut sesuai dengan
Compatibility Definition Document (CDD) mereka. Perangkat juga harus memenuhi
lisensi persyaratan aplikasi sumber tertutup Google, termasuk Google Play. Richard Stallman dan Free Software Foundation telah mengkritik
mengenai rumitnya permasalahan merek Android ini, dan merekomendasikan sistem
operasi alternatif seperti Replicant. Mereka berpendapat bahwa pemacu peranti dan perangkat tegar yang diperlukan untuk
mengoperasikan Android bersifat eksklusif, dan Google Play juga menawarkan
perangkat lunak berbayar.
Android disambut dengan
hangat ketika diresmikan pada tahun 2007. Meskipun para analis terkesan dengan
perusahaan teknologi ternama yang bermitra dengan Google untuk membentuk Open
Handset Alliance, masih diragukan apakah para produsen ponsel akan bersedia
mengganti sistem operasinya dengan Android. Gagasan mengenai sumber terbuka dan platform pengembangan berbasis Linux telah
menarik minat para pakar teknologi, tapi juga muncul kekhawatiran mengenai persaingan ketat yang akan dihadapi
Android dengan pemain mapan di pasar telepon pintar seperti Nokia dan Microsoft.
Android dengan cepat
tumbuh menjadi sistem
operasi telepon pintar yang paling banyak digunakan, dan menjadi "salah satu sistem operasi seluler tercepat yang pernah
ada." Para peninjau memuji
sifat sumber terbuka Android sebagai salah satu kekuatan yang menentukan
keberhasilannya, memungkinkan perusahaan-perusahaan seperti Amazon (Kindle Fire), Barnes & Noble (Nook), Ouya, Baidu, dan yang lainnya,
untuk berbondong-bondong merilis perangkat lunak dan perangkat keras yang bisa
beroperasi pada versi Android. Alhasil, situs teknologi Ars Technica menyebut Android
sebagai "sistem operasi standar untuk meluncurkan perangkat keras
baru" bagi perusahaan tanpa harus memiliki platform seluler sendiri. Sifat Android yang terbuka dan fleksibel juga
dinikmati oleh pengguna: Android memungkinkan penggunanya untuk mengkustomisasi
perangkatnya secara ekstensif, dan aplikasi juga tersedia bebas di toko
aplikasi non-Google dan di situs-situs pihak ketiga. Faktor ini menjadi salah
satu keunggulan yang dimiliki oleh ponsel Android jika dibandingkan dengan
ponsel lainnya.
Meskipun Android sangat
populer, dengan tingkat aktivasi perangkat tiga kali lipat lebih tinggi dari ios, ada laporan yang
menyatakan bahwa Google belum mampu memanfaatkan produk mereka secara maksimal,
dan layanan web pada akhirnya mengubah Android menjadi penghasil uang, seperti
yang telah diperkirakan oleh para analis sebelumnya. The Verge berpendapat bahwa
Google telah kehilangan kontrol terhadap Android karena luasnya kustomisasi yang
bisa dilakukan oleh pengembang dan pengguna, juga karena tingginya proliferasi
aplikasi dan layanan non-Google – misalnya Amazon Kindle Fire mengarahkan pengguna
untuk mengunjungi Amazon app store, yang bersaing langsung dengan Google Play.
SVP Google, Andy Rubin, yang posisinya
sebagai kepala divisi Android digantikan pada bulan Maret 2013, disalahkan
karena gagal dalam membangun kemitraan yang sehat dengan para produsen ponsel.
Pemimpin utama produk-produk Android di pasar global adalah Samsung; salah satu produknya, Galaxy, berperan penting
dalam pengenalan merek Android sejak tahun 2011. Sedangkan produsen ponsel Android lainnya seperti LG, HTC, dan Motorola Mobility milik Google, telah
berjuang keras untuk memasarkan produknya sejak tahun 2011. Ironisnya, di saat
Google tidak mendapatkan apapun dari hasil penjualan produk Android secara
langsung, Microsoft dan Apple malah berhasil
memenangkan gugatan atas pembayaran royalti paten dari produsen perangkat Android.
1. Tablet Android
Meskipun sukses di
telepon pintar, pengadopsian Android untuk komputer tablet awalnya berjalan lambat. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya situasi yang dikenal dengan
"ayam atau telur", di mana
konsumen ragu-ragu untuk membeli tablet Android karena kurangnya aplikasi
tablet yang berkualitas tinggi, di sisi lain, para pengembang juga ragu-ragu
untuk menghabiskan waktu dan sumber daya mereka untuk mengembangkan aplikasi
tablet sampai tersedianya pasar yang signifikan bagi produk tersebut. Konten dan "ekosistem" aplikasi terbukti
lebih penting jika dibandingkan dengan spesifikasi perangkat keras setelah dimulainya penjualan tablet.
Karena kurangnya aplikasi untuk tablet pada 2011, tablet Android awalnya
terpaksa harus memasang aplikasi yang diperuntukkan bagi telepon pintar,
sehingga ukuran layarnya tidak cocok dengan layar tablet yang besar. Selain
itu, lambannya pertumbuhan tablet Android juga disebabkan oleh dominasi ipad Apple yang memiliki
banyak aplikasi ios yang kompatibel dengan
tablet.
Pertumbuhan aplikasi
tablet Android perlahan-lahan mulai meningkat, namun, di saat yang bersamaan,
sejumlah besar tablet yang menggunakan sistem operasi lain seperti HP touchpad dan blackberry playbook juga dirilis ke pasaran
untuk memanfaatkan keberhasilan ipad. Infoworldmenjuluki bisnis ini dengan sebutan "bisnis Frankenphone"; suatu
peluang investasi rendah jangka pendek yang memaksakan penggunaan OS telepon
pintar Android yang dioptimalkan (sebelum Android 3.0 Honeycomb untuk tablet dirilis) pada perangkat dengan mengabaikan
antarmuka pengguna. Pendekatan ini gagal meraih traksi pasar dengan konsumen
serta memperburuk reputasi tablet Android. Terlebih lagi, beberapa tablet Android seperti Motorola Xoom dibanderol dengan harga
yang sama, atau lebih mahal dari ipad, yang semakin memperburuk penjualan.
Pengecualian ada padakindle Fire Amazon, yang dijual dengan
harga lebih murah dan kemampuan untuk mengakses konten dan
"ekosistem" aplikasi Amazon.
Hal ini mulai berubah
pada tahun 2012 dengan dirilisnya Nexus 7, dan adanya dorongan dari Google kepada para pengembang untuk menciptakan
aplikasi tablet yang lebih baik. Pangsa pasar tablet Android akhirnya berhasil menyalip ipad pada
pertengahan 2012.
2. Pangsa Pasar dan
Tingkat Pengadopsian
Perusahaan riset
Canalys memperkirakan bahwa pada kuartal kedua 2009, Android memiliki pangsa
penjualan telepon pintar sebesar 2,8% di seluruh dunia. Pada kuartal keempat 2010, jumlah ini melonjak menjadi
33%, menjadi platform telepon pintar terlaris
di dunia. Hingga kuartal ketiga
2011, Gartner memperkirakan lebih
dari setengah (52,5%) pasar telepon pintar global dikuasai oleh Android. Menurut IDC, pada kuartal ketiga 2012, Android
menguasai 75% pangsa pasar telepon pintar global.
Pada bulan Juli 2011,
Google mengungkapkan bahwa terdapat 550.000 perangkat Android baru yang
diaktifkan setiap harinya, meningkat dari 400.000
per hari pada bulan Mei, dan secara total, lebih
dari 100 juta perangkat Android telah diaktifkan di seluruh dunia, dengan pertumbuhan 4,4% per minggu. Pada bulan September 2012, 500 juta perangkat Android
telah diaktifkan, dengan 1,3 juta aktivasi per hari. Pada Mei 2013, di Google I/O, Sundar Pichai
mengumumkan bahwa total perangkat Android yang telah diaktifkan berjumlah 900
juta.
Pangsa pasar Android
bervariasi menurut lokasi. Pada bulan Juli 2012, pangsa pasar Android di Amerika Serikat adalah 52%, dan meningkat hingga 90 % di RRC. Selama kuartal ketiga 2012, pangsa pasar telepon
pintar Android di seluruh dunia adalah 75%, dengan total perangkat yang diaktifkan berjumlah 750 juta dan 1,5 juta
aktivasi per hari.
Pada bulan Maret 2013, pangsa Android di pasar telepon pintar global
dipimpin oleh produk-produk Samsung, yakni sebesar 64%. Perusahaan riset pasar,
Kantar, melaporkan bahwa platform besutan Google menyumbang lebih dari 70% dari
seluruh penjualan perangkat telepon pintar di RRC selama periode ini. Masih
pada periode yang sama, tingkat loyalitas terhadap penggunaan produk-produk
Samsung di Inggris (59%) adalah yang
tertinggi kedua setelah Apple (79%).
F.
Kelebihan
dan kekurangan android
1. Kelebihan Android
antara lain:
·
Android bersifat open
source, karena bebasis Linux. Sehingga banyak developer yang ingin
mengembangkan Android.
·
Merupakan realisasi
Cloud Computing, karena semua fitur Google sudah terintegrasi dengan mobile
yang terpasang Android. Contact pada telepon seluler pun akan tersimpan secara
otomatis pada account google.
·
Dengan tersedianya
Android Market, cara mendapatkan Android ini pun terbilang mudah.
·
Fleksibel, karena bisa
digunakan pada banyak platform hardware.
·
Android memberikan
pilihan untuk memilih Hardware yang digunakan.
·
Android dapat
menjalankan beberapa Aplikasi pada waktu bersamaan atau disebut juga
multitasking.
·
Home Screen Informatif, konsep home screen pada Android seperti
windows Mobile di mana segala notifikasi dapat dipantau dari home screen. Namun
Android juga menyediakan tempat bagi widget-widget notifikasi lain untuk berada
di home screen. Cara ini mempermudah akses info cepat ketimbang home screen di
BlackBerry ataupun iPhone.
· Bebas
memodifikasi sistem, Android mengijinkan kamu untuk melakukan jailbreaking
untuk memodifikasi sistem. Selain itu kamu juga bisa melakukan modifikasi pada
ROM sistem. Ada beberapa komunikasi di internet yang menjadi wadah dan
menyediakan customed ROM untuk perangkat Android.
· Setting
yang mudah, sistem Android memang diluncurkan demi alasan kemudahan. Pengesetan
ponsel berbasia OS ini untuk keperluan sehari-hari sesuai keinginan dan
aktifitaspribadi bisa dilakukan dengan mudah.
· Harga
relatif murah.
· Stabil
dan tidak mudah eror atau hang.
Kekurangan Android
antara lain:
Kurang
nyaman untuk telepon.
Masih
membingungkan bila pertama pakai.
Tidak
ada Microdoft office.
Harus
terkoneksi internet.
Belum
banyak aplikasi yang tersedia.
G. Macam-macam Versi
Android
1. Android 1.1
Android ini merupakan
versi pertama dari Android. Tepat dua bulan sebelum peluncuran android 1.5,
android hadir dengan versi 1.1 yang tepatnya pada tanggal 9 maret 2009. Android
versi ini dilengkapi oleh pembaruan estetis pada aplikasi:
·
Pesan
·
Alarm
·
Jam
·
Voice search
·
Pengiriman pesan Gmail
·
Pemberitahuan email
masuk
· Browsing
2. Android Cupcake 1.5
Android Cupcake atau
Android 1.5 merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari versi terdahulu yaitu
Android 1.1. Versi ini mendukung penuh untuk upload video ke youtube atau
gambar ke picasa langsung dari telepon selularAndroid versi 1.5 (Cupcake)
adalah sistem operasi yang di rilis google pada mei 2009 lalu dengan
menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5
(Cupcake) setelah versi 1.1
Kelebihan
·
Terdapat beberapa
pembaruan fitur dalam seluler versi Android versi 1.5 (Cupcake)
· Kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera langsung dari
telepon
· Kemampuan mengunggah video ke youtube dan gambar picasa langsung
dari Bluetooth A2DP support
· Kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth
· Animasi dan keyboard pada layar dapat disesuaikan dalam sistem
o
Kelemahan
· Tidak semua aplikasi (.apk) bisa di install di sini.
· Music playernya belum ada equalizernya.
· Android market yang tidak integrated
· Keypad nya lemot dan touch responsiveness nya kurang sip daripada
versi sesudahnya.
· 3
3. Android Donut 1.6
o
Dilihat dari namanya
mungkin kita akan membayangkan suatu kue yang biasa kita makan yaitu donat.
Namun donat yang satu ini bukanlah nama makanan, melainkan nama lain dari versi
Android versi 1.6. android donut lebih mengembangkan aplikasi-aplikasi bawaan
pada ponsel, diantaranya:
· Proses searching yang lebih baik dari versi sebelumnya.
· Fitur pada gallery yang lebih user friendly.
· Mendukung resolusi layar WVGA.
· Peningkatan android market dan aplikasi dari versi sebelumnya.
4. Android Éclair 2.0
Android Éclair
merupakan generasi ke 4 versi Android. Android Éclair lebih memfokuskan pada
pengoptimalan hardware, selain itu google map pada Android Éclair juga
ditingkatkan.
Beberapa fitur lain
yang dikembangkan oleh Android Éclair yaitu:
·
Kamera 3,2 Megapixel
yang didukung oleh flash.
· Daftar kontak baru yang elegan
· Pada versi ini HTML5 telah terdukung pada perubahan UI dengan browser baru.
· Bluetooth 2.1 dengan kecepatan transfer file lebih tinggi.
5. Android Frozen Yogurt
2.2
Android Froyo pertama
kali diluncurkan pada tahun 2010. Frozen Yoghurt telah dilengkapi dengan fitur
adobe flash 10.1. kecepatan kinerja pada sistem ini juga mencapai 3-5 kali
lipat daripada pendahulunya.
Beberapa fitur unggulan
dalam Android Froyo:
·
Mampu merekam video
dengan HD quality
· Bisa meletakkan aplikasi didalam MMC/Micro SD
· Bisa untuk dijadikan hotspot
· Performa yang meningkat
· Kemampuan Auto update dalam
Android market.
6. Android Gingerbread 2.3
Android versi 2.3 atau
Android Gingerbread lebih meningkatkan performa dan kemampuan umum seperti
game, audio, video, kamera, dan lain-lain. Fungsi dan penerapan copy paste juga
dimaksimalkan. Android Gingerbread merupakan evolusi ke enam dari versi awal
Android.
Beberapa fitur unggulan
dalam Android Gingerbread:
·
NFC (Near-Field
Communication). Aplikasi NFC akan tersedia di dalam Gingerbread, ini memungkinkan produsen
gadget untuk membuat perangkat yang bisa digunakan untuk transaksi nirkabel
alias dompet elektronik.
· Dukungan pada Kamera Depan. Aplikasi kamera di
Android 2.3 sudah mendukung kamera depan sejak awalnya. Artinya produsen
seperti HTC, yang salah satu versi ponsel Androidnya sudah memiliki dua kamera,
bisa langsung memasang dua kamera di ponsel Android.
· Ponsel Internet. Kemampuan telepon via internet, atau Voice over IP, akan didukung pada
tingkat sistem operasi. Tanpa aplikasi tambahan, pengguna sudah bisa membuat
panggilan VoIP, tentu dengan setting SIP manual.
· Tampilan yang Lebih Rapih. Tampilan antarmuka
dari Gingerbread konon bakal makin rapih dan mudah dipelajari. Menu dan tema
visual diperbaiki oleh Google untuk memudahkan navigasi.
· Manajemen Aplikasi. Akan tersedia shortcut untuk sebuah aplikasi bernama
Manage Applications. Di sini pengguna bisa melihat berapa besar memori yang
diserap oleh masing-masing aplikasi yang sedang berjalan.
· Input Teks Lebih Cepat. Keyboard Android Gingerbread dijanjikan akan lebih
baik, dengan beberapa perubahan lokasi dan bentuk. Selain itu ada kemampuan
memperbaiki salah ketik lewat kamus bawaan.
· Copy Paste. Kemampuan untuk memilih (select) lalu melakukan Copy, Cut atau Paste di
Gingerbread menjadi semakin baik. Cara penggunaannya mirip yang dilakukan Apple
pada iOS, lengkap dengan marker yang bisa digeser sebelum menyalin.
7. Android Honeycomb 3.0
Android Honeycomb yang
memiliki versi 3.0 - 3.2 pada awalnya didesain khusus untuk tablet. Bahkan
tablet Android pertama, Motorola XOO
Mmenggunakan Android Honeycomb sebagai default OS-nya. Namun Google kemudian memandang bahwa hal ini tidak
efektif, dan kemudian meluncurkan Ice Cream Sandwich sebagai penerusnya.
Walaupun Android
Honeycomb mempunyai banyak kelebihan dibandingkan Android versi sebelumnya,
namun kelebihan-kelebihan itu hanya berfungsi untuk Android tablet, seperti
adanya System Bar di bawah, Multitasking Bar, dan juga Action Bar pada
aplikasi. Semua kelebihan itu tidak bisa diaplikasikan pada smartphone atau phablet. Sehingga jika
dibandingkan dengan Ice Cream Sandwich atau Jelly Bean, OS Honeycomb masih
mempunyai banyak kelemahan. Ini adalah beberapa kelemahan dari Android
Honeycomb.
Kelebihan Android Honeycomb
adalah hardware acceleration , dengan platform hardware
acceleration, honeycomb mendukung multi-core processor. Dengan begitu
, gadget dengan os ini memiliki power yang lebih untuk
tampilan interface dengan animasi kompleks. Selain itu desain widget lebih
optimal, layaknya tampilan di desktop tiga dimensi. Untuk seri android
sebelumnya , bahkan hingga gingerbread.
Notifikasi hanya berupa
teks-teks . untuk honeycomb bias berupa pop-art. Widget,
multitasking dalam Honeycomb juga diperbarui. google berusaha
menutup kekurangan android terdahulu dalam hal browser
diproduk barunya. Dalam seri honeycomb browser sudah dilengkapi
dengan tab halaman website, auto-fill form, bookmark yang disingkronkan
dengan google chrome, serta private browsing
Apalagi, sekarang ada
web store market. Jadi bisa mengunduh aplikasi melalui web langsung. Video
chat Gtalk juga melengkapi kekurangan yang ada, sebab sebelumnya,
untuk melakukan video chat, pengguna harus menutup aplikasi ketiga.
8. Android Ice Cream
Sandwich 4.0
Android Ice Cream
Sandwich atau disingkat ICS adalah android pertama yang mempunyai fitur membuka
kunci dengan pengenalan wajah. Fitur ini belum dimiliki oleh android versi
dibawah ICS tetapi sudah disempurnakan pada versi diatasnya. Selain itu ICS
juga mempunyai penampilan interface yang bersih dan smooth. ICS juga mempunyai
font yang bernama roboto. Jika digunakan font ini terlihat sangat simple namun
elegan, tampilan yang diciptakan oleh roboto sungguh terkesan unik.
Kelebihan Android ICS:
· Home Screen. Terlihat dengan gaya layaknya honeycomb (versi android untuk tablet). Kita dapat merubah ukuran widget
seseuka kita, sehingga tampilannya akan terlihat lebih nyaman. ikon aplikasi
dapat diseret ke dalam folder, ala IOS. Tapi Ice Cream Sandwich lebih unggul
dari iPhone dengan membiarkan Anda menempatkan kontak seseorang (atau
setidaknya jalan pintas speed dial) ke dalam folder juga, dan bahkan
menempatkan orang dalam favorit.
· Keyboard. Sedikit update pada bagian keyboard yaitu kemampuan online pemeriksaan
ejaan. Sayangnya masih belum support bahasa Indonesia.
· Screenshot. Dulu, kita tidak dapat berbagi screenshot Android sederhana, semudah pada perangkat IOS. Nah, sekarang Android memiliki
kemampuan screenshot persis sama, dengan animasi Polaroid kecil yang lucu untuk
menyorot tindakan.
· Notifikasi. Sebenarnya sistem notifikasi di android sudah sangat baik dibandingkan
sistem operasi lainnya, namun disini masih disempurnakan dengan tanda
notifikasi saat ponsel dalam keadaan terkunci
·
Browser. Perubahan yang cukup
sigifikan terletak pada tampilan browser. Browser ini mampu membuka hingga 16
tab tampilannya pun tidak berbentuk horizontal pada umumnya, namun berbentuk
vertikal dan bertumpuk. Umumnya kita terkadang juga lebih minat tampilan versi
desktop sebuah situs dan yang kita lakukan adalah menghilangkan sudomain pada
url browser kita atau mencari link dekstop view pada sebuah situs, namun dengan
versi android ICS kita tak usah repot-repot melakukan hal itu, cukup
memilih option full screen, kita akan mendapatkan tampilan website versi
desktop.
· Email. Aplikasi Gmail pun tidak luput dari update. Kita dapat memilih beberapa
email sekaligus untuk mempercepat pengarsipan. Kita juga dapat membolak-balik
email Anda horizontal, untuk membaca lebih cepat, dan bahkan mencari hingga 30
hari ke belakang, tanpa terhubung ke jaringan.
· Mobile Data. Sebenarnya fitur ini sudah ada di versi android sebelum-sebelumnya, yaitu kita dapat menonaktifkan mobile data Anda
untuk menghindari biaya yang tidak diinginkan dari operator nirkabel. Kita juga
dapat melihat grafik bulana penggunaan data kita, namun bedanya disini
penontrolan ini lebih spesifik. Kita dapat melihat aplikasi apa yang paling
menyedot kuota internet kita. Saat ditemukan, kita juga dapat membatasi kuota
untuk aplikasi bersangkutan. Its awesome and usefull bagi kita yang di
indonesia!
· Video dan Foto. Kamera baru pada ponsel Galaxy
Nexus memiliki zero shutter lag, dan mendukung video 1080p, time-lapse video
photography, dan pilihan lainnya. Tapi di luar itu, semua perangkat Ice Cream
Sandwich akan membiarkan Anda berbagi foto langsung dari dalam kamera, dan
melihat semua gambar Anda tidak hanya diorganisasi oleh waktu tetapi dengan
lokasi atau bahkan orang-orang.
· Desain cantik. OS Android terbaru ini memiliki penampilan yang jauh berbeda dari
Gingerbread. Tampilannya lebih elegan, dan fitur notifikasinya pun diperkaya
dan lebih interaktif. Google juga melakukan perbaikan dengan sejumlah font baru
yang optimal untuk display HD. Interface-nya pun terlihat teratur. Di Android
terbaru ini, penggunanya bisa melihat aplikasi terkini (recent apps), yang baru
dibuka dan bisa multi tasking dalam membuka apps. Tampilan recent apps ini
terlihat seperti yang digunakan di Honeycomb. Home-screen di Ice Cream Sandwich
kini dilengkapi widget yang ukurannya bisa disesuaikan (resizeable). Kemudian,
fitur baru yang dilakukan di home screen adalah bisa membuat folder, serta
action bar yang bisa dikustomisasi secara cepat.
· Face Unlock. Sistem operasi terbaru Android ini melakukan perbaikan fitur yang ada dan
penambahan fitur baru yang berhubungan dengan keamanan. Dengan fitur “Face
Unlock”, Galaxy Nexus dapat mengenali wajah Anda, dan Anda bisa membuka
kunci (unlock) dengan identifikasi wajah. wow keren bukan?
·
Berfoto lebih mudah dan
Edit Langsung. Meski ponsel dalam keadaan terkunci, Anda bisa langsung mengambil foto
dengan tombol kamera. Sebelum dibagikan ke Facebook, bisa langsung mengedit
foto dengan aplikasi bernama Instagram. Fitur panorama foto juga terpasang di
perangkat ini.
·
Google+. Selain itu, Ice Cream
Sandwich dilengkapi dengan Google+. Canggihnya, Anda bisa melakukan
telekonferensi hingga dengan sepuluh orang dengan fitur Hangout di Google+.
·
Instant voice. Kini Anda bisa menekan
tombol perintah suara dan mulai berbicara, tapi teks langsung muncul saat Anda
masih berbicara. Ini berbeda dengan Android sebelumnya, juga iOS, yang
melakukan itu secara bertahap.
·
Android Beam. Fitur ini merupakan
fitur berdasarkan teknologi NFC. Dengan teknologi NDEF Push, dua ponsel Android
yang menggunakan teknologi NFC bisa melakukan pertukaran data dan informasi.
Jadi dengan hanya men-tap, maka kontak, webpage, video, atau musik bisa
ditransfer, sama seperti menggunakan bluetooth.
9. Android Jelly Bean 4.1
Android Jelly Bean 4.1
yang diluncurkan pada acara google i/o membawa fitur-fitur baru yang menawan
dan elegan, beberapa fitur yang diperbaharui dalam system operasi ini yaitu
pencarian dengan menggunakan Voice Search yang lebih cepat, informasi cuaca, lalu
lintas, hasil pertandingan olahraga yang cepat dan tepat. Selain itu versi 4.1
juga mempunyai fitur keyboard virtual yang lebih baik. Permasalahan utama yang
sering ditemui pengguna android adalah baterai, namun baterai dalam system
Android Jelly Bean 4.1 ini diklaim cukup hemat.
Kelebihan Android Jelly
Bean 4.1 dibandingkan versi-versi sebelumnya:
·
Say it
Offline. Teknologi Speech to Text sudah bisa ditemukan
pada OS Android versi lama. Dan, khusus untuk Android Jelly Bean, Anda bisa
mengkonversi ucapan menjadi sebuah teks tanpa harus terhubung dengan internet.
Jadi, kalau paket internet Anda sedang habis atau Anda tidak menemukan hotspot
WiFi, Anda masih bisa memakai fitur yang satu ini.
· Smart Widget. Smart
Widget di Android Jelly Bean memungkinkan Anda untuk menata widget dengan lebih
mudah. Anda bisa menambahkan widget baru ke halaman utama tanpa harus
menyediakan ruang kosong terlebih dahulu. Widget-widget yang ada akan secara
otomatis bergeser untuk memberikan ruang kosong bagi widget baru itu.
· Mematikan notifikasi aplikasi. Terkadang
notifikasi dari sebuah aplikasi akan terus berdatangan, dan tentunya hal ini
sangat mengganggu. Namun, di Android Jelly Bean, Anda bisa mematikan notifikasi
tersebut tanpa harus menguninstall aplikasi. Anda pun tidak perlu menambah
aplikasi tambahan untuk menghilangkan notifikasi tersebut.
· Efek hujan Jelly Bean. Fitur
yang satu ini hanyalah sebuah fitur hiburan. Anda bisa mengaktifkan fitur ini
dengan cara menuju ke pengaturan > About phone dan lakukan beberapa kali tap
pada keterangan Android Version yang terdapat pada layar. Setelah itu, Anda
akan melihat gambar Jelly Bean besar, dan lakukan beberapa tap sekali lagi
hingga muncul jelly bean dalam jumlah banyak.
· Barrel
Roll. Fitur unik ini memungkinkan Anda untuk melakukan
barrel roll pada browser. Fitur ini akan menunjukkan efek menggelindingkan
halaman situs yang sedang Anda kunjungi layaknya seperti sebuah roda.
10. Android Jelly Bean 4.2
10. Android Jelly Bean 4.2
o
Android
versi ini merupakan versi terbaru dari android-android sebelumnya. Android
Jelly Bean 4.2 diklaim lebih pintar dan inovatif daripada pendahulunya.
o
Kelebihan:
· Notifications.
Pemberitahuan saat anda menerima sms, atau email dari orang lain lalu
menampilkan pilihan ”quick reply” yang memungkinkan anda untuk menjawab pesan
langsung tanpa harus masuk ke menu pesan. Atau anda juga bisa langsung
menelepon ketika anda menerima email masuk.
· Google Assistant. Fitur
berbasis perintah suara ketika anda ingin mengirim sms, email, menelepon dan
sebagainya.
· Face Unlock dengan Liveness Check. Fitur
membuka kunci layar dengan wajah dan untuk mengecek kebenarannya harus dengan
mengedipkan mata.
· Barrel Roll. Fitur
yang menampilkan efek menggelinding dari halaman situs yang dikunjungi layaknya
sebuah roda.
· Smart Widget. Ketika
anda akan menambah widget ke halaman utama maka widget lain akan segera
bergeser secara otomatis untuk memberi ruang kepada widget yang baru.
· Google Now. Fitur
ini memberikan informasi pada penggunanya dalam bentuk kartu-kartu informasi
yang mempresentasikan beberapa jenis informasi yang berbeda-beda seperti cuaca,
lokasi, skor olahraga dan sebagainya.
· Screen Capture. Mengambil tampilan yang sedang
dibuka untuk diedit dan kemudian membagikan lewat email dan jejaring sosial.
· Say It Offline. Fitur yang dapat mengkonversi
ucapan ke dalam teks tanpa harus terhubung dengan koneksi data operator atau
WiFi.
· Mematikan Notifikasi aplikasi tanpa menghapusnya. Jika anda terganggu dengan
notifikasi atau pemberitahuan dari sebuah aplikasi, anda dapat mematikan notifikasi
tanpa harus melakukan proses uninstal aplikasi tersebut dengan beberapa
langkah.
· Efek Hujan Jelly Bean. Selain fungsi serius, Anda juga
bisa mendapatkan efek hujan jelly bean untuk hiburan atau bersenang-senang.
· Teknologi Project Butter, Android
ICS sudah cukup mempesona dengan tingkat responsifitas yang lebih baik, namun
Jelly Bean menawarkan kenyamanan yang lebih berkat Project Butter. Project
Butter dalam Jelly Bean tak hanya mengubah tampilan Android lebih menarik,
namun diklaim juga dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan System on Chip
(SoC) pada tiap-tiap ponsel. Google mengklaim ada 3 hal yang membuat Project
Butter tampil mempesona, Vsync untuk anti flickr, lalu Triple Buffering untuk
mengoptimalkan OpenGL, kemudian optimalisasi pada prosesor untuk meningkatkan
responsifitas ponsel. Jadi bukan cuma sentuhan saja yang direspon dengan cepat,
Jelly Bean juga membuat perpindahan aplikasi semakin smooth.
· Sistem Keamanan (Sekuritas) Seperti
penjelasan dalam Hackulo.us, ASLR ini merupakan teknologi untuk meningkatkan
sisi keamanan dalam sistem memori dalam sebuah perangkat. Teknik yang digunakan
ASLR dalam menjaga keamanan sebuah perangkat dengan cara mengatur secara random
posisi dari data kunci yang terdapat di dalam RAM.
· Dual boot,
Keunggulan yang luar biasa dengan fitur dual boot yang memungkinkan kita
menggunakan 2 sistem operasi dalam satu perangkat komputer kita.
· File Manager, Pada Android versi sebelumnya
terdapat file manager atau pengelola data yang bisa di download pada Android
market pada Android 4.2 Jelly Bean ini pengguna dimudahkan dengan tersedianya
langsung file manager saat menggunakan Android Jelly Bean tanpa harus download
dan Install file manager pihak ketiga di Android market.
· Keyboard Virtual.
Terdapat fitur keyboard virtual yang lebih baik dan telah diperbarui. keyboard
Virtual ini memudahkan proses penulisan dengan cara penggantian karakter dan
huruf (QWERTY) ke angka dan simbol dengan cara menekan tombol sedikit agak lama
sampai muncul perubahan keyboard virtual tersebut.
· Sistem operasi Ringan dan
cepat Kabarnya sistem operasi Android Jelly Bean ini akan
lebih ringan disertai kinerja dalam mengakses aplikasi pada Smartphone /
komputer lebih cepat.
· Hemat Baterai, Fitur
yang bermanfaat dimana permasalahan umum hampir di semua Smartphone adalah
boros baterai. Agar lebih irit dan hemat tenaga baterai Android Jelly bean
membenamkan aplikasi khusus penghemat baterai / penghemat daya baterai yang
langsung bult-in tanpa harus download di Android market.
· Full chrome browser, Fitur yang
menawarkan berselancar di dunia maya dengan komputer tablet atau smartphone
selayaknya berselancar dengan chrome di PC atau komputer. Pada Android Jelly
Bean Chrome Browser ini sudah disempurnakan sehingga sesuai dengan layanan di
PC/Komputer dengan menggunakan Smartphone yang tentunya sudah disesuaikan
dengan layar Smartphone android anda.
· Kamera dan Galeri, Pada
dasarnya fitur kamera tetap sama seperti versi Ice Cream Sandwich,Android Jelly
Bean memiliki kemampuan untuk melihat foto dan menghapusnya dengan cepat bila
kita tidak menyukai hasil tangkapan kamera. Fitur Gallery yang dimiliki Android
v4.1 ini mirip seperti kamera pada iOS dan Windows Phone yaitu mengusung
tampilan FilmStrip. Kita hanya perlu menggesek – gesekkan.
o
Kekurangan:
· Auto Brightness, atau “Daya Layar Otomatis” yang diklaim mampu merubah daya
layar secara otomatis sesuai dengan pencahayaan disekitarnya, contoh nya, jika
dibawah sinar matahari, maka ponsel anda yang berbasis jelly bean akan lebih
meningkatkan daya layar nya, agar tetap bisa terlihat jelas dibawah sinar
matahari, dan sebaliknya, jika suasana disekitar anda gelap, maka ponsel anda
akan menurunkan daya layar, karena dalam gelap, cahaya layar standar saja sudah
cukup jelas. Namun, ternyata fitur ini mengecewakan, fatalnya pengguna tidak
merasakan kenyamanan dalam fitur ini, ‘tidak sesuai’, sehingga layar mereka
terlihat seperti ‘nge-dim’.
· Reboot atau Restart secara tiba-tiba. Ini juga termasuk
kekurangan terburuk Android Jelly Bean 4.2, karena bisa saja pengguna akan
kehilangan data mereka karena ponsel merestart secara tiba-tiba.
· Wireless atau Konektivitas yang tidak stabil, akibatnya jaringan
kadang hilang dengan sendiri nya, dan tidak bisa digunakan.
· Beberapa user android jelly bean 4.2 pun merasakan ada nya kejanggalan dalam
performance android versi terbaru ini, dimana lag atau lambat terjadi saat
menjalankan beberapa aplikasi yang tergolong tidak memakan RAM yang banyak.
· Mendadak Hank, atau force close saat memutar aplikasi dan media.
· Icon baterai saat di charge tetap berjalan, padahal charger sudah dicabut.
· Camera ‘lag’ atau delay
ketika menjepret atau melihat hasil jepretan.
11. Android Jelly Bean 4.3
11. Android Jelly Bean 4.3
o
Setelah diantisipasi,
Google akhirnya mengumumkan versi terbaru dari system Android. Android Jelly
Bean 4.3 menawarkan beberapa fitur baru dan perangkat tambahan yang
meningkatkan pengalaman penggunasecara kesuluruhan. Update ini meliputi
performa yang umum, dukungan kinerja grafis yang tinggi melalui Open GL ES 3.0
standar, dukungan teknologi Bluetooth smart, profil pengguna terbatas, dan
banyak lagi.
· Berikut ini beberapa keunggulan Android Jelly Bean 4.3:
· Dukungan Multi-User dengan Restricted Profiles. Dukungan multi-user
pada Android Jelly Bean 4.3 dengan pilihan restricted profiles memungkinkan
administrator menciptakan lingkungan individu untuk setiap user lengkap dengan
pembatasan profil. Sekarang administrator dapat memutuskan mana aplikasi harus
tersedia untuk profil user.
· Perfoma yang meningkat. Android Jelly Bean 4.3 meningkatkan performa untuk
kelancaran pengoperasian system operasinya. Google mengatakan updated terbaru
menawarkan steam yang telah dioptimalkan untuk menulis command bagi hardware
accelerated 2D renderers. Perangkat tambahan lain termasuk peningkatan render
untuk teks dan bentuk berkualitas tinggi, alokasi buffer gambar lebih cepat dan
lebih.
· Teknologi Bluetooth smart. Google akhirnya
membawa dukungan Bluetooth berdaya rendah ke Android Jelly Bean 4.3. fitur ini
sebelumnya tersedia dalam Nexus 4, yang mana memungkinkan pengguna untuk
mengambil keuntungan dari lebih banyak koneksi Bluetooth untuk menghemat energy
dari perangkat anda.
· Support OpenGL ES 3.0. dengan dukungan OpenGL ES 3.O, perangkat yang
memiliki system operasi Jelly Bean 4.3 didalamnya akan memberikan pengalaman
grafis realistis ke tingkat yang lebih baru. Selama demo, fitur dari system
Ansroid Jelly Bean 4.3 ini mampu menghasilkan refleksi berkualitas tinggi,
pencahayaan di tingkat yang lebih tinggi, efek bayangan dari karakter yang anda
mainkan pada objek 3Ddan peningkatan tekstur. Jadi untuk anda yan hobi
memainkan permainan berkualitas HD di dalam perangkat Android anda, akan makin
dimanjakan dengan hadirnya dukungan dari OpenGL ES 3.0 sendiri yang akan
membawa anda menuju ke pengalaman gaming yang lebih nyatadan menyenangkan.
· Modular DRM Framework. Dengan system operasi Android Jelly Bean 4.3 ini,
Android membawa modular DRM framework didalamnya. Dengan adanya dukungan ini,
maka pengembang akan mampu mengintegrasikan menejemen hak digital menjadi
streaming protocol termasuk MPEG. Aplikasi Android pertama yang pertama kali
mengambil keuntungan dari dukungan terbaru dalam system Android Jelly Bean 4.3
ini adalah Netflix, yang mana bekerja dengan Google untuk membuat very baru
dari aplikasi Android dalam hal layanan yang mendukung untuk streaming konten
yang mengusung video dengan resolusi sebesar 1080p.
H. Perbandingan antara
Android Jelly Bean 4.1 dengan Android Gingerbread 2.3
Android Jelly Bean 4.1
|
Android
Gingerbread 2.3
|
Performa
akses internet lebih cepat dan tampilan browser lebih elegan
|
Akses
internet bisa, tapi masih sederhana dan tampilannya juga masih sederhana
|
Kecepatan
prosesorAndroid Jelly Bean yaitu 1 Ghz
|
Sedangkan
Android Gingerbread hanya 800 Mhz
|
Support
Bluetooth V4.0 with A2DP
|
Support
Bluetooth V3.0 with A2DP
|
Mendukung
format video WMV, MP4, dan 3GP.
|
Hanya
mendukung format video 3GP dan MP4.
|
Terdapat
efek hujan
|
Tidak ada
efek hujan
|
Pada
Android Jelly Bean dalam browser terdapat fitur Barrel rol yang dapat
menggelindingkan situs seperti roda
|
Pada
Android Gingerbread belum ada, dan tampilan browser masih sederhana
|
I.
Implementasi OS Android Untuk Pendidikan
Implementasi Android untuk pendidikan disini maksudnya, apa saja kegunaan
OS Android untuk pendidikan. Banyak aplikasi-aplikasi yang menunjang pendidikan
yang disuguhkan oleh Android, diantaranya yaitu:
· Memory Trainer
· Sebuah "Gold Gym untuk otot memori. Aplikasi ini
klaim untuk membantu meningkatkan memori melalui latihan mental biasa. Aplikasi ini khusus target memori spasial, yang
bertanggung jawab untuk merekam informasi tentang lingkungan.
· Capital Quiz
· Uji pengetahuan tentang negara di dunia, serta ibu
kota mereka, bendera, dan mata uang. Tantang teman dan lawan online di game trivia.
· Fact Book
· Aplikasi ini pada dasarnya adalah sebuah atlas ponsel
digulung menjadi ensiklopedi. Yah, mungkin
tidak cukup. Tapi itu akan
memungkinkan Anda untuk mendapatkan data tentang masing-masing negara seperti
populasi, pengeluaran militer, dan penggunaan ponsel.Kategori termasuk
geografi, penduduk, pemerintah, transportasi, dan militer. Anda juga dapat menghasilkan diagram dan grafik dari
informasi, dan dapat membandingkan negara menurut kategori.
· Google Sky Map
· Ketika Anda melihat ke langit, rasanya seperti yang
Anda cari di salah satu foto-foto Eye Sihir di mana jika Anda menatap sebuah
tempat cukup lama, gambar seharusnya datang bersama-sama? Aplikasi ini dapat membantu Anda mengidentifikasi apa
yang Anda lihat. Arahkan telepon
Anda di langit, dan aplikasi ini akan menyoroti konstelasi, menarik gambaran
yang jelas keluar dari tumpukan bintang. Ini juga akan mengidentifikasi planet dan benda langit lainnya. Jika Anda mencari sesuatu yang spesifik, Anda juga
dapat melakukan pencarian.
· Formulas Lite
· Aplikasi ini mengumpulkan bersama beberapa formula
yang paling penting dan sering digunakan untuk matematika, fisika dan kimia. Ini juga termasuk kalkulator ilmiah dan penerjemah
dasar. Jangan berharap untuk bisa
lulus sendiri off sebagai fisikawan kuantum dengan bantuan aplikasi ini, tapi
mungkin membantu Anda melalui beberapa sesi studi yang mendalam.
· Plink Art
· Dengan cara yang sama bahwa Google Sky Peta membantu
Anda mengidentifikasi bintang-bintang, Plink Seni membantu Anda
mengidentifikasi karya seni. Mengambil gambar
dari apa yang Anda lihat, dan Plink akan mencocokkannya dengan database dan
memberikan rincian mengidentifikasi. Anda
juga dapat menelusuri seni menurut era, gerakan seni, atau galeri, atau hanya
tekan "acak" untuk tak terduga - karya - meskipun mungkin tidak
diketahui.Aplikasi ini sangat bagus untuk menyikat sampai pada pengetahuan
sejarah Anda seni atau untuk menemukan favorit baru!
· Wattpad
· Lebih dari 100.000 novel, cerpen, koleksi puisi dan
lebih tersedia untuk download pada aplikasi ini, yang terdiri dari konten yang
sama sekali user-diajukan.
· Sixty Four
· Anda dapat belajar membaca tingkat 1 dan 2 Braille
dalam aplikasi ini. Jelas, Anda tidak bisa belajar untuk
membacanya dengan sentuhan (karena layar ponsel tidak akan dibangkitkan), tetapi
Anda dapat belajar untuk membacanya karena melihat - yang berarti bahwa
aplikasi ini lebih baik dimaksudkan untuk akademisi dan mereka yang berharap
untuk melatih sebagai dukungan personil.
· Document Scanner
· Jika Anda membutuhkan dokumen dalam keadaan darurat,
atau Anda hanya tidak merasa seperti mengambil itu untuk memilikinya scan atau
fax, Anda dapat menggunakan aplikasi ini untuk melakukannya pada telepon Anda. Anda dapat memindai sejumlah halaman dan mengkonversi
mereka menjadi satu file. Pdf.
· USA Quiz
· Uji pengetahuan Anda tentang ibukota, bendera, nama
panggilan, kota, dan lebih banyak negara bagian Amerika Serikat. Pilih dari empat tingkat kesulitan yang berbeda saat
Anda menantang lawan dalam permainan trivia menyenangkan.
· Deluxe Moon
· Aplikasi ini memungkinkan Anda mempelajari lebih
lanjut tentang bulan dan pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari Anda. Fitur termasuk nama dan gambar dari fase bulan, zodiak
tanda saat fase bulan, informasi tentang, bulan terbit siklus bulan dan waktu
moonset, dan banyak lagi.
· Kids Numbers and
Math
· Anak-anak prasekolah bisa mendapatkan bantuan belajar
jumlah mereka dan mengembangkan kemampuan dasar matematika dengan bantuan
aplikasi ini. Penambahan, pengurangan, dan nomor
belajar adalah fitur utama, tetapi ada juga latihan lanjut opsional.Pilihan
bahasa termasuk Inggris, Cina, Jepang, Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, dan
Rusia.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari data diatas membuktikan bahwa jelas Android Jelly Bean lebih unggul
daripada Android Gingerbread. Ini membuktikan bahwa Android selalu
mengembangkan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam
Android sebelumnya. Oleh karena itu tidak heran dari tahun ke tahun pengguna
ponsel Android semakin banyak.
Selain itu sistem operasi Android juga merupakan sistem operasi berbasis
Linux. Sistem operasi Android dinilai sangat menarik karena dalam Android
terdapat banyak animasi dan aplikasi-aplikasi menarik, lucu dan juga ada yang
untuk pendidikan. Ini sangat baik untuk anak-anak kecil yang suka dengan gadget
android lalu diarahkan untuk belajar sekaligus bermain melalui aplikasi yang
disuguhkan Android. Android juga dapat bermain game 3D dengan kapasistas RAM
yang pada umumnya sekitar 512 Mb. Oleh karena itu pada era modern seperti
sekarang ini banyak gadget yang sistem operasinya Android.
B. Saran
Makalah saya memang sangat sederhana, oleh karena itu saya butuh kritik dan
saran anda mengenai makalah ini. Dengan demikian saya sangat berterima kasih
atas kritik dan saran anda.
DAFTAR PUSTAKA
Google. (2011. ”25
Aplikasi Android Untuk Pendidikan” di unduh 28 September 2013 dari
(http://www.emiertips.info/2012/07/25-aplikasi-android-untuk-pendidikan.html).
Google. (2013).
“Android Police” di unduh 14 September 2013 dari
(http://www.androidcentral.com/android-43-factory-images-nexus-4-7-10-galaxy-nexus-now-live).
Samsung. (2012). “
Samsung Galaxy Camera” di unduh 14 September 2013 dari (http://www.samsung.com/in/promotions/galaxycamera/?pid=in_home_thelatest_left1_galaxycamera_20120830).
Google. (2011). “
Review Kelebihan dan Kekurangan Android Honeycomb” di unduh 15 September 2013
dari (http://infodejava.blogspot.com/2011/02/review-kelebihan-dan-kekurangan-android.html).
Google. (2012). “
Sepuluh Fitur Unik yang Dimiliki oleh OS Android Jelly Bean 4.1” di unduh 15
September 2013 dari
(http://www.beritateknologi.com/sepuluh-fitur-unik-yang-dimiliki-oleh-os-android-jelly-bean-4-1-2-habis/).
Google. (2012).
“Kelebihan Android 4.0 ICS – Apa sih hebatnya Ice Cream Sandwich?” di unduh 15
September 2013 dari
(http://www.teknokers.com/kelebihan-android-4-0-ics-apa-sih-hebatnya-ice-cream-sandwich.html#).
Google. (2010). “ Apa
Sih Kelebihan Android Froyo?” di unduh 15 September 2013 dari
(http://jarlok.com/apa-sih-kelebihan-android-froyo/).
Google. (2013). “
Kelebihan dan Kekurangan Tablet Android Jelly Bean 4.2” di unduh 15 September
2013 dari (http://hargatabletbaru.blogspot.com/2013/03/kelebihan-dan-kekurangan-tablet-android.html).
Google. (2013). “ Lima
Fitur Terbaik yang Ditawarkan Android Jelly Bean 4.3” di unduh 15 September
2013 dari (http://portal.paseban.com/review/116251/android-jelly-bean-4-3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar