Selasa, 15 November 2016

MAKALAH ‘’MIKROTIK’’



MAKALAH
‘’MIKROTIK’’

Dosen Pengampu :
Septia Lutfi

Disusun Oleh :
Nama               : ZAINI MAFTUKHIN
NIM                : 2114R0809



STIMIK HIMSYA SEMARANG
TAHUN 2014/2015


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat-Nya lah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Tak lupa Penulis juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah mendukung dan membantu Penulis dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “MAKALAH MIKROTIK” ini.

Penulis menyadari bahwa makalah tersebut masih banyak adanya kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis berharap akan kritik dan sarannya dari segenap pembaca. Demikianlah semoga makalah yang telah dibuat tersebut dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih








                                                                                                BLORA, Oktober 2014
                                        Penulis

                                                                                                Zaini Maftukhin



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Kebutuhan akan akses internet dewasa ini sangat tinggi sekali. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Pembagian nomor untuk internet atau biasa disebut dalam dunia networking adalah IP Address sudah sangat menipis atau sudah hampir habis. Satu IP Address perlu sekali berhubungan dengan IP address lainnya yang berbeda class atau subnet, maka diperlukanlah suatu proses system untuk menghubungkan IP Address itu, yaitu routing.
Routing akan membuat sebuah rantai jaringan saling terhubung dan bias berkomunikasi dengan baik, dan informasi yang tersedia di satu IP Address akan didapatkan di IP address yang lainnya. Device atau perangkat yang digunakan untuk proses routing biasa disebut router. Router terdiri dari hardware & software keduanya harus terpasang dengan sejalan atau sinkron supaya bisa bekerja dengan baik. Router bisa kita peroleh dengan cara memakai langsung tanpa harus install system dengan menggunakan router broadband atau kita bisa menggunakan komputer untuk membuat router dengan cara menginstall system operasi atau software untuk membuat router dengan catatan hardware pun mendukung untuk proses routing.
Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Mikrotik Router OS, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Mikrotik Router Os sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil.
B.   Rumusan Masalah
1.    Bagaimana sejarah perkembangan MikroTik?
2.    Apa itu MikroTik?
3.    Apa saja jenis-jenis mikroTik?
4.    Apa saja fitur-fitur mikroTik?
5.    Apa saja kelebihan dan kekurangan mikroTik?
C.   Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk memberikan wawasan seputar mikroTik, agar pembaca dapat memahami pentingnya mikroTik dalam kehidupan sehari-hari.
D.  Manfaat
Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat, terutama bagi para pembaca yang menyukai jaringan-jaringan internet, agar dapat lebih memahami mikroTik.





BAB II
PEMBAHASAN

A.  Sejarah
Dalam dunia router, mesin yang berfungsi mengarahkan alamat di Internet, Cisco merupakan nama yang sudah tidak diragukan lagi. Tetapi di dunia lain, nama Mikrotik, yang berbentuk software, lumayan dikenal sebagai penyedia solusi murah untuk fungsi router, bahkan dapat membuat router sendiri dari komputer rumahan.
Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan Internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini sejenis NAT, dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan software Mikrotik merupakan solusi terbaik. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah orang Amerika yang berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanik di sekitar tahun 1995.
Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Molcova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Ketika saya menanyakan berapa jumlah pelanggan yang dilayaninya saat ini, Arnis menyebut antara 10 sampai 20 pelanggan saja, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Padahal dengan wireless di Jogja dan Bandung saja, kemungkinan besar mereka sudah kalah bersaing.
Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.
Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 – 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
Ketika ditanya siapa saja pesaing Mikrotik, Arnis tersenyum dan enggan mengatakannya. Sewaktu disimpulkan tidak ada pesaing, Arnis dengan sedikit tertawa menyebut satu nama yang memang sudah lumayan terkenal sebagai produsen perangkat keras khusus untuk teknologi W-LAN, yaitu Soekris dari Amerika. Tujuan utama mereka berdua adalah membangun software untuk routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang, sehingga akhirnya mereka membuat berbagai macam perangkat keras yang berhubungan dengan software yang mereka kembangkan.
Semangat Mikrotik ini agak berbeda dari kebanyakan perusahaan sejenis di Amerika, karena mereka berkonsentrasi di pengembangan software lalu mencari solusi di hardware-nya dengan mengajak pihak ketiga untuk berkolaborasi. Dan dapat melihat ragam perangkat yang mereka tawarkan menjadi semakin banyak, mulai dari perangkat yang bekerja di frekwensi 2,4GHz dan 5,8GHz sampai ke interface dan antena.
Keahlian Mikrotik sebetulnya di perangkat lunak routernya, karena terlihat mereka berjualan perangkat W-LAN dengan antena omni yang sangat tidak dianjurkan pemakaiannya di dunia W-LAN, karena sangat sensitif terhadap gangguan dan interferensi. Walaupun punya tujuan yang sangat jelas, yaitu mendistribusikan sinyal ke segala arah sehingga merupakan solusi murah.
Kepopuleran Mikrotik menyebar juga ke Indonesia. Pertama kali masuk tahun 2001 ke Jogja melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dan kawan-kawan, lalu meluas menjadi satu solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN. Kebetulan sekali, Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang populasi pemakaian W-LAN-nya terbesar kalau dibandingkan luas daerahnya.
Keberhasilan Mikrotik me-routing dunia merupakan satu contoh, bahwa semua mampu membantu calon pemakai Internet untuk masuk ke dunia maya, terutama membantu membangun infrastrukturnya.
B.   Pengertian
MikroTik Router OS™  adalah  sistem  operasi yang  dapat digunakan untuk menjadikan  computer  manjadi  router  network  yang  handal,  mencakup  berbagai fitur yang dibuat  untuk  IP  network dan  jaringan  wireless.
Mikrotik  Router OS  juga merupakan salah satu Distro Linux yang didesain  khusus  untuk fungsi  Routing  System. Produk Mikrotik berupa Router Board  yang  berbentuk  seperti Hardware  Router  pada  umumnya dan  berupa  Router OS  yang di instal  ke sebuah PC. Kehandalan  Mikrotik sudah terbukti dan tidak diragukan  lagi, baik dari segi keamanan atau proteksinya maupun kemudahan dalam  mengunakannya. Karena itulah  hampir  semua ISP  bisa dipastikan mengenal dan mengunakan Mikrotik dalam  layanan  kepada pelanggan  maupun dalam melakukan Manajemen Networknya serta Mikrotik mampu melejit sebagai  Router  masa depan yang sangat handal. Jadi apapun ISP-nya, router dan  band with manajemen  mengunakan Mikrotik. Mikrotik Router dapat menjadi pilihan bagi para pemula yang ingin memperdalam ilmu networking.
C.   Jenis MikroTik
1.      MikroTik RouterOS
a.       Merupakan versi MikroTik dalam bentuk perangkat lunak yang dapat diinstal pada komputer rumahan (PC) melalui CD. File image MikroTik RouterOS dapat diunduh dari website resmi MikroTik, www.mikrotik.com. Namun file image ini merupakan versi trial MikroTik yang hanya dapat digunakan dalam waktu 24 jam saja. Untuk dapat menggunakannya secara full time, harus membeli lisensi Key dengan catatan satu lisensi key hanya untuk satu harddisk.

2.      Built In Hardware MikroTik
a.       Merupakan MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang di dalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS. Untuk versi ini, lisensi sudah termasuk dalam harga router board MikroTik. Contoh MikroTik dalam bentuk perangkat keras adalah RouterBoard 433 2 Access Point Indoor.

D.  Fitur MikroTik

   1.    Firewall Filter
Secara umum, firewall filtering dilakukan dengan cara mendefinisikan IP addres, baik itu src-address maupun dst-address. Misalnya seperti komputer client di blok dengan ip tertentu  atau ketika melakukan blok terhadap web tertentu berdasarkan ip web tersebut. Firewall tidak hanya digunakan untuk melakukan blok client agar tidak dapat mengakses resource tertentu, namun juga digunakan untuk melindungi jaringan local dari ancaman luar, misalnya virus atau serangan hacker. Biasanya serangan dari internet ini dilakukan dari banyak IP sehingga akan sulit untuk melakukan perlindungan hanya dengan berdasarkan IP. Sebenarnya ada banyak cara filtering selain berdasar IP Addres, misalnya berdasar protocol dan port. Ada beberapa contoh implementasi dengan memanfaatkan beberapa parameter di fitur firewall filter, diantaranya yaitu: 
a.    Protokol dan Port 
Penggunaan port dan protocol ini biasa di kombinasikan dengan IP address. Seperti misalnya seseorang menginginkan client tidak bisa browsing, namun masih bisa FTP, maka bisa buat rule firewall yang melakukan blok di protocol TCP port 80. Ketika diklik tanda drop down pada bagian protocol, maka akan muncul opsi protocol apa saja yang akan difilter. Parameter ini akan dibutuhkan ketika ingin melakukan blok terhadap aplikasi dimana aplikasi tersebut menggunakan protocol dan port yang spesifik. 



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3-A_W2XJ_FGBSZKB7_AGaAXzjb5qhA4TEV_OjjkaUZBENsD8lpriDoqMBiauz94cUZuMLVEwPpxjY8pukW6-VaTndEtn-CGQGgTDjKs_pdAQBNSIOlpiJucf6JdiNHXHImgirU7du9Vn8/s1600/1.png

b.    Interface 
Interface secara garis besar ada 2, yaitu input interface dan output interface. Dari kedua input tersebut tersapat perbedaan interface, dimana trafick tersebut masuk ke router, dan dari interface mana traffick tersebut keluar meninggalkan router.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXvZfljRNuOgpABIuzN7CnVztNDEZs-e3VrA_P_TyMDBitVVmTIVxtdtbAEfymVOkhuVqTMhMGu5mYpKUblibsqKg5kVvMEPXxW4DPUGE4VVqMj1HVzclUvrqGStKlRDDaS02PPkdQhqdn/s1600/2.png


c.     Parameter P2P
Ada cara untuk melakukan filtering terhadap traffick P2P seperti torrent atau edonkey yaitu dengan menentukan parameter P2P pada rule firewall filter. Klik bagian drop down, akan muncul informasi program p2p yang dapat di filter oleh firewall
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlutAIhxy05XUjlxe5vwMWNrlBf2FYoHNksGs_sZPyFDXd_UZF0l2y4yRraMfFqi1v6Rh72x_r5LJy3Cu-i6POiKUH968Mhxxycq76YZQNaJv-TlC86iW9YG1eGsRDrGOYL_MVo-TJyPCx/s1600/3.png

d.    Mangle
Mangle umumnya digunakan untuk menandai paket/koneksi, dalam bandwidth management. Akan tetapi mangle juga digunakan untuk melakukan filtering. Firewall filter tidak dapat melakukan penandaan pada paket atau koneksi, akan tetapi bisa kombinasikan mangle dan firewall filter. Caranya yaitu pertama, tandai terlebih dahulu paket atau koneksi dengan mangle, kemudian definisikan di firewall filter.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZRAcS2LVG5v-dr4NgCtkdME-vP86FHtNTn3dgOAbbzuyfbFbOuT7_2u0U3iMeXfgq8fMZIW26-AT7zbwo0D7VDDRvFd3yjU-z6RupgtOzT1iwKbgiqAW5YVrMh3Hr-XvaGqlkk-w16uny/s1600/4.png

e.    Connection State
Connection state memungkinkan pengguna untuk tidak menggunakan paket - paket invalid lalu lalang didalam jaringan. Pengguna dapat melakukan filtering dengan mendefinisikan parameter connection state. Paket invalid merupakan paket yang tidak memiliki koneksi dan tidak berguna sehingga hanya akan membebani resource jaringan. Pengguna juga dapat melakukan drop terhadap paket - paket ini dengan mendefinisikan  parameter connection state.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiupyoTJLAMNgHLvynOGD4qLHFkMW3oOhx2xMHB-sXnjaMWAcuD1oWUkG0q3EI_uShn2OuV5Cx1Ajd2crrpuHFU57FQ9q_14vpxf19s5TZT9dRwMs4qzt3G3De0_tgTUcmF5Vbf8SoNIHkG/s1600/5.png

f.     Address List.
Addres list merupakan fitur yang dapat melakukan filtering terhadap IP yang tidak berurutan atau acak. Addres list dapat menerapkan grouping IP terhadap kondosi tersebut. Langkah-langkah yang dapat dilakukan diantaranya:
         Pertama, buat daftar ip di address list, lalu terapkan di filter ruler. Opsi untuk menambahkan parameter "Address List" di firewall ada di tab Advanced. Ada 2 tipe address list, "Src. Address List" dan "Dst. Address List. Src Address List adalah daftar sumber ip yang melakukan koneksi, Dst Address List adalah ip tujuan yang hendak diakses.

g.    Layer 7 Protocol.
Layer 7 Protocol digunakan untuk menerapkan filtering pada layer 7 menggunakan firewall filter. Pengguna dapat menambahkan regexp di menu Layer 7 Protocol. Akan tetapi dalam penggunaannya regexp, akan membutuhkan recource CPU yang lebih tinggi dari rule biasa. 

 
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5MDAmBbDbpQnhWaLQ2ihq9VPM-wrFTcHUwtYMdOGOX9KOhue3ejlcRTdyXQHGAzOag68Ri_YnRjbh0aT4WHugngczBPToDIXsNn9p-cClDjA9Ky9U3HLdaKOn9O_ZnXfF2FoN0TIt4S1j/s1600/6.png

h.    Content.
Content merupakan string yang tertampil di halaman website. Dengan menggunakan content, website yang memiliki string yang kida isikan di content akan terfilter oleh firewall.  Misal pengguna ingin block www.facebook.com maka cukup isi parameter content dengan string “facebook” dan action drop, maka website facebook baik HTTP maupun HTTPS tidak dapat diakses. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEZ6xj6lcYKTN2SgZFz__oxQB2sbPUU3PnZeK0UQUgJjrvi6YtuUx97en6XQbWWxY34rQC885g_aeAtXBVmtytIG3cPEEON5v06L_unyJrul4iQJK6TLgrtcGtAWK9VXpL85ex_px_9bez/s1600/7.png

i.      Mac address.
Mac addres digunakan untuk mengatasi tergantinya ip addres yang mungkin diubah oleh user yang nakal. Mac addres dapat melakukan filtering untuk mengatasi hal tersebut. Cara yang mudah untuk menggunakan fitur ini yaitu dengan mencatat informasi mac address yang digunakan user tersebut, kemudian tambahkan parameter Src. Mac Address di rule firewall. Dengan demikian selama user tersebut masih menggunakan device yang sama, dia tetap ter-filter walaupun berganti ip.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsVtQPtrUDWIpC5-GrJmw0U4359W94yGUSlUq4ZZ24gs9xRAEf_W6GSVzgyWhROF4IFoxcgZLX5iJHxHwGmu-fyXvgK2ucupdrfj_v3SfApSgEt4n8-hhwTy_7069jVIZX1ev1IGGmIFKm/s1600/9.png
j.      Time.
Fitur ini dapat digunakan untuk menentukan kapan rule firewall dijalankan. Dengan menggunakan fitur ini maka pengguna tidak perlu membuat scheduler dan script. Bukan hanya untuk menentukan jam saja, fitur ini juga bisa digunakan untuk menentukan hari apa saja rule tersebut berjalan. Akan tetapi perlu diperhatikan dalam membuat rule usahakan yang spesifik, agar bias berjalan secara optimal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7W9cbf78oyoZJ_ZK5kUiO_MjiHNgzJVgTWBQxDvRahaB8hdGiPWoj3E6_p5nACBw5jKzOyU3hzvLh2TuAdZ1gbixzd9q5TuNukl_DYODzir9_LrJBw4z0pO1-LuvWYKG89ckThZ4Trk25/s1600/10.png 
  2.    Pengaturan Waktu MikroTik
Pengaturan waktu (jam/tanggal/bulan/tahun) pada Router Mikrotik mutlak diperlukan. Ketidak sesuaian waktu antara Router Mikrotik dengan keadaan nyata, akan mengakibatkan rule tersebut tidak berjalan sesuai kebutuhan. Selain itu, pencatatan Log pada Router juga terdapat informasi waktu kapan Log tersebut dibuat, sehingga akan membingungkan pembacaan jika informasi waktu tidak sesuai dengan keadaan nyata.
Pengaturan waktu pada Router Mikrotik bisa dilakukan pada menu System > Clock. By default waktu pada Router Mikrotik menunjukkan jam 00:00:00 tanggal Jan/02/1970. Harus dilakukan penyesuaian waktu pada Router.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjprFQBxK73XBAR8k2wlmrxObTf4F1zIY6D4OGUIDqRwgUut_LUeJTN_iOReqphgvgPlKiMjymZgD-HZ1kXGcv__BbnA7Rw4gMMFXiBahE1O7hs2k4Z4ARRIIIdc54v38tvjCKb0QNWlvCd/s1600/11.jpg

Pada RouterBoard, pengaturan manual pada System > Clock tersebut akan kembali ke pengaturan default saat router reboot. Hardware RouterBoard tidak dirancang untuk bisa melakukan penyimpanan waktu seperti hal nya sebuah Komputer.
Alternatif yang dapat digunakan bisa menggunakan service NTP (Network Time Protocol) yang memungkinkan Router bisa melakukan sinkronisasi waktu terhadap perangkat lain pada jaringan. Mikrotik bisa difungsikan sebagai NTP server maupun NTP Client atau kedua nya secara bersamaan. 
a.    Mikrotik Sebagai NTP Client
Pada package system RouterOS Mikrotik sudah terdapat fitur SNTP (Simple Network Time Protocol) Client yang bisa digunakan untuk memfungsikan Router sebagai NTP Client. Saat menyala, Router akan otomatis melakukan sinkronisasi waktu terhadap NTP Server yang ditunjuk sehingga pengaturan waktu akan tetap update. 
Ada banyak NTP Server di internet yang bisa digunakan. Contoh : id.pool.ntp.org , ntp.nasa.gov ,dsb. Gunakan mode=unicast. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR-nJ9LQQuXC6OSc6Yb8hb8BmH41Jq6vZZGVRZwQc6aSVR0hp42HlJ-xdH-kMWgOr2YqwMsX_F7u-uNiccmglET9Xxa24MMmAB1jPAU92uJxulOO3um_jgrXigKabL7bBarSe2ZmOXrvVU/s1600/12.jpg

Hanya terdapat 2 mode pada SNTP Client, broadcast dan unicast. Untuk mode yang lain (Multicast dan Manycast) bisa gunakan NTP Client dengan menginstall package ntp.npk.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv37nybV0XjJ7w6wwzx1a2UmKv1ziXvC7pwy22pG8QW5RM5PDyM7v_oHedhFHBjE4o6Gq-ic8N9ltLVpEYxkNXRd9Tvjrvu7kYAhZNINGccGD3bzesJ9xbkmuVPgi6tzm631HCVu10XiP1/s1600/13.jpg

Terlihat SNTP Client sudah berhasil melakukan sinkronisasi. Setelah sukses melakukan sinkronisasi, tidak serta merta waktu Router sudah benar. Cek pada menu System > Clock . Apakah tanggal sudah sesuai atau belum. Sesuaikan dengan mengatur Time Zone Name . 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6Cj6kLTMgZjaIQ31PoJqwAi0NwEvfAzdRsqpc_r1eCAqXXx4OSbLj2MgOKlnxxxfCZ1C9SWnGUz65BtXJwx7AZx0lUCAzHdmg-YFbrL5yEV-e142wtEsOA1Gzsr7azxd4ZRHFup4kE86m/s1600/14.jpg

b.    Mikrotik Sebagai NTP Server
Fungsi NTP Server pada Mikrotik tidak terdapat pada package default RouterOS, sehingga harus install manual package ntp.npk. Dengan fungsi NTP Server ini kita bisa memiliki sebuah server didalam jaringan kita sehingga RouterBoard yang lain cukup mencari informasi waktu pada jaringan lokal, tidak perlu menggunakan bandwidth untuk akses ke public NTP server di internet.
NTP server dapat dibangun pada sebuah hardware yang bisa melakukan penyimpanan waktu, misalnya PC Router. Pengguna dapat menentukan metode penyebaran informasi waktu, bisa menggunakan Broadcast, Multicast atau Manycast.
   3.    Bandwith Test MikroTik
Disamping fungsi utama manajemen jaringan, Router Mikrotik juga mempunyai tool yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa besar traffic yang bisa dilewatkan pada sebuah link atau jalur koneksi. Tool yang dimaksud adalah Btest Server dan Bandwidth Test. Bisa diakses pada menu /tool.
MikroTik akan men-generate traffic yang kemudian akan dikirimkan ke perangkat lain melalui sebuah jalur koneksi. Proses ini biasa disebut dengan Bandwidth test. Sebuah proses Bandwidth test terdiri dari Bandwidth test server dan Bandwidth test client.

a.    Btest Server (/tool btest server).
By default pada mikrotik sudah terdapat Bandwidth Test Server dan sudah bisa digunakan. Sehingga cukup dengan konfigurasi default sudah bisa dilakukan bandwidth test terhadap Router Mikrotik. Akan tetapi juga bisa melakukan pengaturan kebijakan pada Bandwidth Test Server Mikrotik tersebut. Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu tool btest server. Terdapat beberapa parameter yang bisa digunakan.

b.    Parameter Enabled (default : yes).
Parameter Enable digunakan untuk mengaktifkan bandwidth test server pada router. Jika posisi enabled=no (disable) atau tidak dicentang (uncheck) maka tidak bisa dilakukan bandwidth test terhadap router tersebut.

c.     Authenticate (default:yes).
Sebagai pengatur pemberian autentikasi untuk Bandwidth test client. Authenticate:yes (check), untuk bisa melakukan bandwidth test, Bandwidth Test Client harus memasukkan username dan password sesuai dengan yang digunakan untuk melakukan remote config Router Btest Server. Authenticate:no (uncheck), Bandwidth Test Client tidak perlu memasukkan username dan password untuk melakukan bandwidth test. 

d.    Parameter Max session.
Digunakan untuk mengatur limitasi berapa Max session/koneksi bandwidth test yang berlangsung bersamaan. 

e.    Tool Bandwidth Test (/tool Bandwidth Test).
Selain bisa sebagai bandwidth test server,Mikrotik juga bisa digunakan sebagai Bandwidth test Client. Mikrotik sebagai Bandwidth test Client bisa dikonfigurasi pada menu /tool bandwidth test. Sebagai bandwidth test client juga bisa dilakukan pengaturan dengan parameter-parameter yang ada.

f.     Parameter Test To.
Digunakan untuk menunjuk alamat IP Router bandwidth test server.

g.    Protocol.
Protocol yang akan digunakan dalam bandwidth test bias diubah dalam parameter protocol (tcp/udp).

h.    Direction
Digunakan untuk menentukan arah traffic. Terdapat 3 pilihan arah traffic yang akan degenerate, yaitu:
         upload (send)
         download (receive)
         upload dan download (both).

i.      Local tx speed dan remote tx speed.
Digunakan untuk menentukan kecepatan transfer saat bandwidth test. Satuan bps (bit per second).

j.      Username dan password.
Username dan password harus disesuaikan dengan pengaturan Router Btestserver. Jika pada Router Btest server parameter authenticate : yes maka masukkan username dan password yg digunakan untuk remote router.

   4.    Fitur Logging MikroTik
Salah satu fitur pada Mikrotik yang simple dan mungkin juga terlupakan akan tetapi memiliki fungsi yang cukup penting adalah fitur LOGGING.
RouterOS mampu melakukan pencatatan berbagai aktivitas sistem dan informasi status router. Secara default RouterOS akan melakukan pencatatan semua aktifitas dan proses yang terjadi di router dan menyimpan catatan (Log) tersebut pada RAM. Daftar catatan (Log) bisa dilihat pada menu /log. Log yang berada dalam menu /log ini akan hilang begitu kita restart router karena log tersebut hanya disimpan pada RAM. 
Dalam pemecahan masalah jaringan akan lebih efektif dengan sebelumnya menganalisa log dari Router untuk mengetahui proses apa saja yang sudah terjadi. Sehingga akan lebih mudah dalam memetakan masalah dan menentukan solusi. Selain disimpan pada memory (RAM) router, log juga bisa disimpan dalam bentuk file pada storage Router, dikirim via email atau ditampilkan pada perangkat syslog server tersendiri. Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu /system logging. Ada 2 Tab pada menu /system logging ,yaitu Tab Rules dan Tab Action. Tab Action (/system logging action) digunakan untuk pengaturan metode penyimpanan log. Terdapat 6 Tipe Action yang dapat digunakan:
1.    Tipe Disk.
Dengan tipe ini log akan disimpan dalam bentuk teks file dan akan disimpan pada storage system Router itu sendiri. Pengguna bisa melakukan pengaturan nama file log saat disimpan pada parameter File Name. Bisa juga diatur berapa banyak baris log yang disimpan dalam setiap file nya, bisa diset pada parameter Lines Per file. File log kemudian bisa di download dari menu Files Router serta bisa di buka dengan text editor di PC.

2.    Tipe Echo.
Dengan menggunakan tipe ini log dari Router akan ditampilkan pada New Terminal (winbox) atau pada saat pengguna remote menggunakan CLI (direct console).

3.    Tipe email.
Log akan dikirimkan ke email yang sudah ditentukan. Agar bisa berfungsi maka sebelumnya harus melakukan setting smtp server yang akan digunakan di menu /tool email. Seberapa sering pengiriman email akan sama dengan seberapa sering Router update log.

4.    Tipe Memory.
Log akan disimpan di dalam RAM Router dan bisa dilihat pada menu Log . Karena hanya disimpan dalam RAM log ini akan terhapus / tidak bisa kita baca lagi setelah router reboot.

5.    Tipe Remote.
Log akan dikirimkan ke perangkat lain yang menjalankan syslog server. Pengguna tinggal menunjuk mesin yang menjalankan syslog server tersebut dengan mengisikan IP Address. Jika action sudah dibuat langkah berikutnya pengguna harus membuat rules log.

6.    Tab Rules (/system logging rules)
Pada tab rule ini pengguna bisa melakukan pengaturan topic atau service apa saja yang akan kita catat dalam log. Sehingga bisa mengamati sebuah proses atau service secara lebih spesifik. Ada banyak service didalam router dan dalam sebuah rules yang dibuat, pengguna bisa tentukan satu atau lebih topic yang akan dicatat dalam log.

5.    Fitur Hotspot MikroTik.
Salah satu fitur MikroTik yang cukup menarik yaitu hotspot. Kebanyakan orang menyebut jika terdapat akses internet yg di sebarkan via wireless di public area (cafe,mall,dsb) itu adalah layanan Hotspot, Sedangkan sebenarnya Hotspot di Mikrotik adalah sebuah system untuk memberikan fitur autentikasi pada user yang akan menggunakan jaringan. Jadi untuk bisa akses ke jaringan, client diharuskan memasukkan username dan password pada login page disediakan. Iniberarti Hotspot tidak hanya menunjuk ke jaringan wireless saja. Fitur Hotspot ini bisa diterapkan di semua tipe interface jaringan seperti ethernet base.
Untuk membangun sistem authentikasi pada Hotspot, sebenarnya Hotspot merupakan gabungan dari fungsi Proxy, Firewall, DNS, DHCP dan lain-lain. Selain authentikasi, Hotspot pada Mikrotik juga mempunyai banyak fitur yang cukup menarik untuk diimplementasikan pada jaringan, seperti diantaranya:

a.    Limitasi.
Dengan menggunakan hotspot server, pengguna nanti bisa melakukan limitasi berdasarkan berapa lama user akses jaringan (uptime), kecepatan akses (data rate), banyak data yang sudah digunakan (quota based), bahkan kebijakan policy firewall. Limitasi ini bisa diterapkan per user atau mungkin per group.

b.    Plugin Play Connectivity.
Dengan menggunakan Hotspot Server pengguna bisa menggunakan sembarang IP statik di perangkatnya atau DHCP, nanti secara otomatis Hotspot server akan melakukan one to one nat agar client tersebut bisa akses ke jaringan pengguna.

c.     Bypass.
Normalnya, semua koneksi dari berbagai perangkat yang ada dijaringan Hotspot akan diblock sebelum melakukan login / autentikasi ke hotspot server. Tetapi tidak semua perangkat bisa melakukan sistem autentikasi tersebut, misalnya : Printer server, IP Cam, VoIP server dan sebagainya. Atau ada pengguna VIP yang memang istimewa tidak perlu melakukan login. Untuk perangkat-perangkat yang ingin dibypass , tidak perlu melakukan login untuk akses ke jaringan, pengguna bisa menggunakan fitur IP Binding.

d.    Advertisement
Dengan menggunakan fitur advertisement pada Hotspot server, pengguna bisa menampilkan popup halaman sebuah web ke user dan popup-popup yang akan muncul bisa diatur intervalnya.

e.    Trial User.
Fungsi trial memungkinkan pengguna tidak perlu melakukan login sampai batas waktu yang ditentukan. Setelah itu baru pengguna diwajibkan untuk melakukan login. Biasanya dilapangan fungsi trial ini dikombinasikan dengan fungsi advertisement sebelumnya untuk membuat ajang promosi didalam layanan jasa internet.

6.    Perbedaan Mode Wireless
Salah satu media atau interface yang terdapat di dalam mikrotik dan digunakan untuk menghubungkan perangkat network yang satu dengan yang lain diantaranya adalah wireless, ada beberapa mode wireless yang digunakan sesuai dengan fungsinya, Apakah ingin di fungsikan sebagai access point (pemancar)  ataupun di fungsikan sebagai station (penerima), perlu diketahui juga bahwa tidak semua mode wireless dapat digunakan didalam bridge network karena tidak semua mode wireless support dengan L2 bridging terutama mode wireless sebagai station (penerima).

1.    Mode Alignment Only.
Mode Alignment only, biasa digunakan untuk membantu pada saat pointing dengan indikator beeper /buzzer pada RouterBoard.

2.    Mode AP-Bridge.
Mode AP-bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar yang bisa melayani banyak client atau disebut juga dengan PTMP (Point To Multi Point), mode ini bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode AP-Bridge ini perangkat Routerboard minimal harus memiliki lisensi level 4.

3.    Mode Bridge.
Mode bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar akan tetapi hanya bisa melayani  satu client atau disebut juga dengan PTP (Point To Point), mode ini juga bisa digunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard  minimal memiliki lisensi level 3.

4.    Mode Nstreme dual slave.
Pada dasarnya mekanisme kerja pada interface wireless adalah half duplex, akan tetapi dengan menggunakan mode ini pengguna dapat mengaktifkan mekanisme kerja full duplex, mode ini  merupakan proprietary didalam wireless mikrotik, tentunya kita juga membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router mikrotik 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic09clOOE_yK2uUqXwI6Ga-IUkR7ylJgzzdK85NWd3KzCTy1aj3QbQbLmeAh3hdBUXR4hulCp8_v0aV44jSMA5GCbyrCEooRvshDY0g9YBkAqBeHDNlRnWBHQb_eNbcsYCcWv5wXO_XUxY/s1600/15.png
5.    Mode Station.
Wireless dengan Mode station ini digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point), wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan  efisian jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging.

6.    Mode Station-Psudobridge.
Mode Station-Pseudobridge merupakan pengembangan dari Mode Station standar, sama-sama menjadikan wireless sebagai penerima/client, perbedaannya adalah pada Mode Station-Pseudobridge support untuk membuat network yang sifatnya Bridge Network, Di dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi dimana untuk bridging pada L2 tidak bisa dilakukan secara penuh, dalam artian mac-address sebuah perangkat yang berada di bawah perangkat wireless (PC end user) tidak terbaca pada sisi Access Point. 


7.    Mode Station-Bridge.
Mode Station-Bridge merupakan mode pada interface wireless yang berfungsi sebagai penerima / client dan support untuk bridge network, perlu di ketahui bahwa untuk mode ini hanya bisa digunakan apabila perangkat AP nya Mikrotik juga.

8.    Mode Station-Pesudobridge-Clone.
Mode Station-Pseudobridge-Clone hampir sama dengan Mode Station-Pseudobridge yang membedakan adalah didalam mode ini bisa melakukan cloning mac-address, umumnya pada sebuah link wireless, yang terbaca pada sisi Access point adalah mac-address dari interface wireless client, tetapi jika menggunakan Mode Station-Pesudobridge-Clone yang terbaca adalah mac-address dari perangkat yang terhubung ke station (end user), Secara default yang terbaca adalah mac-address pada frame header yang pertama di teruskan, atau bisa ditentukan pada “station-bridge-clone-mac”.

9.    Mode Station-WDS.
Mode Station-WDS berfungsi sebagai penerima/client dari sebuah Access Point yang mengaktifkan protocol WDS, Kekurangan protokol WDS adalah penurunan throughput wireless hingga 50%, perlu diketahui bahwa antara vendor yang satu dengan vendor yang lain fungsi WDS belum tentu compatible, begitu juga dengan WDS pada mikrotik.

10. Mode WDS-Slave.
Mode WDS-Slave ini berfungsi sebagai pemancar (Access Point) sekaligus sebagai penerima (Station) atau disebut juga dengan repeater, Mode ini merupakan salah satu solusi apabila ingin membangun sebuah repeater tetapi perangkat yang dimiliki hanya menggunakan 1 card wireless card. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilt98CeXVo-mUMi2y7NRIriFoZMAbgUeUeqEEW2MorGDhRJE7uZ-0OOp541bo-kYWsORkYHyWshG3JXNZuMiLpvORj3vaPwY6LpZb2ECGreQ0b1EIIlMfJTnseHN9A-TgKH-NHGqE7yIqI/s1600/16.png



   7.    Level Router OS
Mikrotik RouterOS hadir dalam berbagai level. Tiap level memiliki kemampuannya masing-masing, mulai dari level 3, hingga level 6. Level 3 digunakan untuk router berinterface ethernet, level 4 untuk wireless client atau serial interface, level 5 untuk wireless AP, dan level 6 tidak mempunyai limitasi apapun.
Untuk aplikasi hotspot, bisa digunakan level 4 (200 user), level 5 (500 user) dan level 6 (unlimited user). Detail perbedaan masing-masing level dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Level number
1 (DEMO)
3 (ISP)
4 (WISP)
5 (WISPAP)
6 (Controller)
Wireless Client and Bridge
-
-
yes
yes
yes
Wireless AP
-
-
-
yes
yes
Synchronous interfaces
-
-
yes
yes
yes
EoIP tunnels
1
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
PPPoE tunnels
1
200
200
500
unlimited
PPTP tunnels
1
200
200
unlimited
unlimited
L2TP tunnels
1
200
200
unlimited
unlimited
VLAN interfaces
1
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
P2P firewall rules
1
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
NAT rules
1
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
HotSpot active users
1
1
200
500
unlimited
RADIUS client
-
yes
yes
yes
yes
Queues
1
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
Web proxy
-
yes
yes
yes
yes
RIP, OSPF, BGP protocols
-
yes
yes
yes
yes
Upgrade
configuration erased on upgrade
yes
yes
yes
yes

  
   8.    Network Address Translation (NAT)
Penafsiran alamat jaringan (Network Address Translation) adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari  satu komputer ke jaringan internet menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

a.    Alamat IP
Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu pengguna dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet.
Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dibagi ke beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.

b.    Keamanan
Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses, misalnya ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diakses oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan, hal tersebut bisa sangat berbahaya. Data-data penting bisa saja dilihat atau bahkan dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab.
NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil.

c.     Administrasi Jaringan
Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa memengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer klien secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.
d.    Jenis-jenis NAT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB_eIn7F4wHxlcQ3msAEAG8z1rUUyGNVXLuKzpfWNGjDYW7Vs9QtXCUWGiMsjp43QgY82FiGJnoFNyW-7psWIiCtCKmBvLVHslVYEw3aHxy24ZbeCKA9sKHEvADSYBJOm_hgV1ROaUlx5R/s1600/17.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHGVy2OB740rEXq_Ys7CvErR8GFlzyLmWeVPnXdN1CN7nExRrXW6NLYqCAqLaEVB89_FNphQMnPwQYXAuUy9oVGJgjwMrbo_ywFCnClem6vEo-AG0J2rJ-ZJE8IzaDXp6iQ0Z0eVI0IOza/s1600/18.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlQjcWgBfBAi8ylUYkYfwJ8u9c8DrWBdsSKc2LxM21LPUruAbE6vViJDXHwbjBUvr7woopSo205O5wBYSPax9TlRO2fBWjlr1irCVENHXL8v2XW-W2mNXw6aSN0OuVKaXcI62U8rgiGDL1/s1600/20.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie6lP1ji-G54JOk_DmlrTmTv3TtHrtqrH-e95IoUruMjq4f4dVLrALnWKEhlitwflWz9jomgMNJM6gYRZGRxFWx686Cd_PaueS_lHVoJ7XfNadW4ATR8SKxclJU4tXFZ_oEYmPwHyQ21HH/s1600/19.png

9.    DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Protokol Konfigurasi Hos Dinamik (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

a.     Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
         DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat menyewakan alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

         DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
1.    DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2.    DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3.    DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4.    DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
b.    DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
c.     DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console (MMC). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
d.    DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.

Nomor DHCP Option
Nama DHCP Option
Apa yang dikonfigurasikannya
003
Router
Mengonfigurasikan gateway baku dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006
DNS Servers
Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015
DNS Domain Name
Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan.
044
NetBIOS over TCP/IP Name Server
Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046
NetBIOS over TCP/IP Node Type
Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047
NetBIOS over TCP/IP Scope ha
Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.

  10. Network Bridge
Jembatan jaringan (Network bridge) adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Jembatan jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Jembatan juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet.
Jembatan akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Jembatan jaringan juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.
Terdapat tiga jenis jemabatan jaringan yang umum dijumpai:
         Jembatan Lokal: sebuah Jembatan yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
         Jembatan Putar: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
         Jembatan Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.

E.   Kelebihan dan Kekurangan MikroTik
                                               
   A.   Kelebihan MikroTik :
Mikrotik memiliki sebuah Operating System yang disebut dengan RouterOs. Mikrotik yang dibangun dengan Core LINUX, yang menyebabkan produk Router ini lebih murah dibanding dengan router lainnya seperti Cisco. Dari segi pengoprasiannya Mikrotik tergolong friendly dengan software winbox yang merupakan tempat setting administrator. RouterOS Mikrotik juga dapat mendeteksi berbagai macam ethernet card (LAN CARD) dari berbagai vendor yang telah ada.

   B.    Kekurangan MikroTik:
Mikrotik mengeluarkan sertifikasi, namun sertifikasi tersebut masih kurang terkenal dibandingkan dengan vendor router yang lain seperti cisco yang sudah diakui secara international. Mungkin kurang maksimal untuk menangani jaringan sekala yang besar karena dukungan hardwarenya yang kurang ampuh seperti Cisco.

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
MikroTik merupakan salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router, yang salah satunya yaitu mikroTik Router OS. Peran mikroTik dinilai sangat penting, karena dengan adanya mikroTik Router OS jumlah IP Address yang sudah menipis dapat teratasi.

B.   Saran
Penulis sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, agar dalam kedepannya penulis dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.


Daftar Pustaka 

Anonim. 2013. Protokol Konfigurasi Hos Dinamik. Diunduh pada tanggal 16 Desember 2013 di http://ms.wikipedia.org/wiki/Protokol_Masa_Rangkaian

Anonim. 2013. Jembatan Jaringan. Diunduh pada tanggal 16 Desember 2013 di http://id.wikipedia.org/wiki/Bridge_jaringan

Anonim. 2013. Penafsiran Alamat Jaringan. Diunduh pada tanggal 16 Desember 2013 di http://id.wikipedia.org/wiki/NAT

Afif N. 2012. Kelebihan dan Kekurangan MikroTik. Diunduh pada tanggal 13 Desember 2013 di http://afeef-tkj.blogspot.com/2012/03/kelebihan-dan-kekurangan-mikrotik.html

http://www.mikrotik.co.id/. Diunduh pada tanggal 13 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar