MAKALAH
‘’JQUERY’’
Dosen Pengampu :
Septia Lutfi
Disusun Oleh :
Nama : ZAINI MAFTUKHIN
NIM : 2114R0809
STIMIK HIMSYA SEMARANG
TAHUN 2014/2015
BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam dasawarsa ini perkembangan ilmu komunikasi dan teknologi informasi
sangat pesat, hal ini ditandai dengan berkembangnya teknologi internet yang
memudahkan manuisa dalam meringankan pekerjaan dan mempermudah dalam
berkomunikasii dan saling tukar menukar informasi.
Internet telah menyediakan berbagai faslitas seperti, e-mail, www( world
wide web), dan blog. Perkembangan blog pun semakin cepat terbukti dengan
semakin banyaknya orang yang menggunakan blog sebagai media informasi dunia
maya. Sekarang telah terdapat jutaan blog dengan pertumbuhan yang sangat
signifikan.
Dalam pembuatan dan pengembangan web atau blog para web developer
memerlukan pengetahuan tentang yang cukup mendalam tentang JQUERY oleh sebab
itu besar harapan penulis agar makalah ini dapat digunakan para pemula dalam
membangun sebuah web.
2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari
jquery?
2. Bagaimana sejarah
adanya jquery?
3. Apa saja yang menjadi
kelebihan dan kekurangan dari jquery?
4. Apakah manfaat dari
jquery?
5. Jelaskan ragam kreasi
dari jquery itu?
6. Apa saja kegunaan dari
jquery?
7. Bagaimana cara
menggunakan jquery?
8. Bagaimana cara membuat
website menggunakan jquery?
9. Apakah perbedaan antara
jquery dan javascript?
3. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui
tentang pengertian jquery
2. Mengetahui sejarah
adanya jquery
3. Menyebutkan dan
menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari jquery
4. Mengetahui manfaat dari
jquery itu sendiri
5. Dapat menjelaskan ragam
kreasi dari jquery
6. Mengetahui kegunaan
jquery
7. Mengetahui cara
menggnakan jquery
8. Mengetahui cara membuat
website di Indonesia
9. Mengetahui perbedaan
antara jquery dan javascript
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sejarah jquery
Petama kali dibuat oleh John Resig pada tahun 2005, JQuery sendiri
pertama kali dirilis tanggal 14 Januari 2006. Dan versi terbaru dari JQuery
udah sampe versi 1.3.2. Dia terinspirasi dari Behavior code. Saat itu, Dia
ngerasa hasil dari Behavior Code tidak elegan dan masih jelek, maka dikembangkannya
JQuery. Dimana dengan penulisan code JQuery jadi lebih simple, gampang dan
tentunya dengan hasil yang memuaskan. jQuery adalah library JavaScript
OpenSource yang menekankan pada interaksi antara JavaScript dan HTML.
Apa bedanya dengan situs-situs yang tidak menggunakan JQuery? banyak
bedanya, misalnya browser seakan tidak merefresh sebuah page ketika kita
men-submit sebuah data kedalam server mereka. Dan lebih hebatnya lagi JQuery
mempunyai animasi tanpa menggunakan flash(.swf), jadi lebih cepeat diload
didalam browser dan tanpa harus install plugins.
2. Apa itu jquery
Jquery adalah kumpulan
beberapa kode yang siap dipakai untuk mempermudah dan mempercepat dalam
pembuatan kode Javascript. Yang awalnya menggunakan kode yang sangat panjang
namun dengan mengggunakan jquery kita bisa langsung memanggil fungsi yang
terdapat dalam Library tersebut. Jadi intinya jquery itu menyederhanakan kode
Javascript sesuai dengan slogannya yaitu ”Write less, do more”. Pengertian
lain dari jquery adalah pustaka JavaScript kecil
bersumber terbuka yang menekankan pada interaksi antara JavaScript dan HTML. jQuery
ukuran nya cukup kecil, sehingga tidak memperlambat proses loading halaman web
yang kita buat. jQuery juga kompatibel dengan CSS3 dan yang tak kalah penting adalah
jQuery bisa berjalan di semua browser – cross browser.
jQuery diluncurkan pada Januari 2006 oleh John Resig. jQuery adalah library
Javascript yang paling populer saat ini. Karena kecanggihan nya, jQuery dipakai
oleh perusahaan besar seperti Google. Dell, CBS, digg, Netflix, Bank of
America, Mozilla, Drupal, dsb.
jQuery adalah library
Javascript yang gratis dan open source. Oleh karena nya kita bisa menggunakan
jQuery dengan bebas untuk keperluan pengembangan website kita. Tanpa library
seperti jQuery, menerapkan Javascript mungkin akan lebih sulit, terutama untuk
pemula yang baru belajar Javascript. Plugin tambahan seperti JQuery UI (user
interface) semakin memudahkan kita mengembangkan website yang cantik dan
interaktif. Selain itu tersedia plugin-plugin lain yang makin memperkaya
kemampuan jQuery.
Dengan semakin
berkembangnya JQuery, semakin memudahkan pula untuk para web programmer membuat
website yang cantik dan dinamis. Nah, kenapa JQuery banyak digunakan, salah
satunya adalah JQuery mampu menampilkan animasi-animasi semisal slideshow,
datepicker, autocomplete, dan masih banyak lagi tapi tanpa membuat suatu
website itu terlihat berat atau memakan waktu lama untuk diload.
File
jQuery adalah library Javascript dasarnya. Ini perubahan cara pengembang
menulis Javascript karena menangani banyak fitur utama yang digunakan oleh
pengembang Javascript. Coding untuk hal-hal seperti event handler dan animasi
menjadi jauh lebih mudah melalui penggunaan jQuery karena memerlukan sedikit
coding.
Perpustakaan
Jquery dapat dimuat dengan cepat dan
diimplementasikan langsung untuk script website yang dapat digunakan waktu dan
waktu lagi. Ini adalah batu loncatan yang besar di bidang efisiensi pemrograman
yang agak mudah dipelajari. Sebagian besar proses belajar didasarkan pada
tutorial yang menunjukkan bagaimana memanipulasi pengembang HMTL, CSS, dan kode
Ajax.
Ketika
jQuery
adalah menggunakan referensi skrip file jquery.js. Perpustakaan ini adalah open
source, yang berarti bahwa hal itu dapat dimodifikasi oleh pengembang untuk
memenuhi kebutuhan spesifik untuk situs Web tertentu. File ini berisi semua
model objek dokumen (DOM), dan ini menyederhanakan fungsi untuk cross-browser dan
lintas-bahasa kompatibilitas.
Waktu
pengembangan yang lebih cepat juga merupakan salah satu hal yang dikaitkan
dengan pengembangan halaman web jQuery. Ini adalah sisi klien Ajax kerangka
yang mendukung semua teknologi sisi server pengembangan aplikasi web. Hal ini
memungkinkan pengembang untuk menulis kode kurang untuk melakukan fungsi yang
sama lebih cepat. Hal ini bahkan dapat lebih baik ketika digunakan untuk
mengedit kode yang sudah ada.
Plugin
untuk jQuery telah menjadi cukup menjadi di antara para pengembang karena
banyak dari mereka menawarkan kesempatan untuk menambahkan dimensi yang berbeda
untuk halaman web. Setelah sumber file jQuery telah dimuat, salah satu perintah
yang paling berguna adalah fungsi dokumen yang register acara siap. Hal ini pada
titik ini bahwa pengguna dapat mulai menambahkan acara.
Bahasa
adalah salah satu sederhana karena banyak peristiwa yang digunakan diberi nama
dengan cara deskriptif yang bertepatan dengan perintah. Pengembang yang ingin
menggunakan fungsi keluar memudar, misalnya, dapat menggunakan fadeOut jQuery
() perintah untuk memulai dengan ini. Sama bekerja untuk menyembunyikan dan
perintah menghidupkan yang digunakan oleh pengembang jQuery.
Ada
banyak fungsi lainnya banyak digunakan untuk Cascading style sheet juga.
Sintaks untuk CSS adalah sebagai berikut: css (). Ini memberi Anda berbagai
pilihan karena memiliki tiga opsi sintaks yang berbeda yang dapat digunakan
untuk melakukan fungsi yang berbeda. Ada css (nama) fungsi yang mengembalikan
nilai properti CSS, ada juga css (nama, nilai) fungsi yang menetapkan properti
dan nilai. Terakhir, ada CSS ({properti}) yang menetapkan beberapa properti dan
nilai-nilai. Fungsi-fungsi ini ideal karena mereka mengijinkan pengguna untuk
menambahkan tingkat tertentu dari kode untuk proyek-proyek mereka.
Ini
adalah salah satu alat scripting terpanas untuk pengembangan web yang mengikuti
pola dari komunitas kode open source. JQuery dipecah dalam istilah yang
sangat sederhana dengan fungsi kata kunci sebagai identifier objek yang namanya
$. Pengembang yang mampu mengikuti dan mengedit array tutorial seharusnya tidak
memiliki masalah menggunakan kode berorientasi obyek. Ini jelas membuat
pengembangan lebih mudah bagi mereka yang mengetahui JavaScript
3. Keunggulan jquery
1. Mempunyai daya akses
yang sangat cepat Karena hanya terdiri dari satu file saja dan ukurannya pun
sangat kecil berkisar 20Kb
2. Bersifat kompatibel/
cocok dengan banyak browser popular di dunia
3. Mempunyai banyak
komunitas yang besar dan selalu aktif serta dokumentasi yang lengkap
4. Banyaknya plugin yang
disediakan secara cuma-Cuma (gratis ). Plugin adalah kemampuan tambahan yang
bisa disertakan pada Jquery
5. Terdapat Jquery yang
berlisensi GNU atau yang dikenal dengan free. Maka kita menggunakannya dengan
tanpa dikenakan biaya apapun
6. Terdapat API(
Application Programming Interface) di dalamnya
7. Mendukung Ajax (
Asynchronous Javasctip and XML)
8. Telah banyak digunakan
oleh website-website dunia sebut saja Google, twitter, facebook dan lain-lain.
9. Bersifat kompatibel
dengan semua versi CSS dari yang versi 1 sampai versi 3
10. Mempunyai tutorial, dokumentasi dan contoh-contoh yang
lengkap yang bisa kita ketahui dengan membuka halaman website nya jquery.
11. Lebih banyak digunakan oleh para developer web
dibandingkan dengan Javascript lainnya
12. “write less, do more” sedikit menulis
tapi banyak bekerja
13. Menyederhanakan penggunaan javascript, karena kita
cukup menggunakan fungsi dari library javascropt yang ada. Juga mempercepat
coding javascript dalam sebuah website. Dibandingkan bila kita harus mulai
sebuah script javascript satu per satu dari nol.
14. Support terhadap CSS1-3 selector, untuk fleksibilitas
desain antar muka halaman website dan interaksinya
15. Halaman website/blog yang dibangun dengan jQuery akan
lebih interaktif dan menarik, membuat para pengunjung lebih terkesan.
Kekurangan jQuery
1. Meskipun diklaim jquery
memiliki beban kerja yang ringan (load CPU dan RAM) untuk browser, tetap saja
lebih ringan (cepat di-load) website yang tidak menggunakan jquery, alias HTML
murni.
2. Dari sisi server
hosting pun, CPU dan RAM harus mengalokasikan resource yang mereka miliki untuk
menangani request terhadap jquery. Pada level tertentu request yang sangat
banyak (sangat-sangat banyak) akan membebani server. Solusi: host jquery pada
situs lain, seperti Google yang menyediakan request jquery dari servernya.
4. Kemampuan yang dimiliki
jQuery
1.
Mempermudah akses dan
manipulasi elemen tertentu pada dokumen.
2.
Biasanya diperlukan
baris program yang cukup panjang untuk mengakses suatu elemen dokumen .
Namun , jQuery dapat melakukannya hanya dalam beberapa baris program
saja. Karena jQuery menpunyai Selector yang sangat efisien untuk mengakses
suatu elemen tertentu pada dokumen yang selanjutnya bisa dimanipulasi sesuai
dengan keinginan kita.
3.
Mempermudah
modifikasi/perubahan tampilan halaman web.
4.
Biasanya untuk
memodifikasi tampilan halaman web digunakan CSS. Permasalahannya, CSS sangat dipengaruhi
oleh web browser yang digunakan sehingga Sering terjadi halaman web yang dibuat
sudah rapi dan bagus tampilannyadi browser Mozilla, namun ketika ditampilkan di
Opera menjadi berantakan. Namun, jQuery dapat menyesuaikan style CSS pada semua
browser, sehingga permasalahann tersebut dapat dihindari.
5.
Mempersingkat Ajax (Asynchronous
Javascript and XML)
6.
Kemampuan favorit dari
Ajex adalah mampu mengambil informasi dari server tanpa melakukan refresh pada
halaman web, artinya halaman web terlihat berganti secara otomatis. Apabila
kita menuliskan kode Ajax secara manual, biasanya diperlukan baris yang cukup
panjang, namun jQuery dapat mempersingkatnya menggunakan Ajax cell,
perbandingan 25 baris kode Ajax dapat disingkat menjadi 5 baris kode aja kita
menggunakan jQuery.
7.
4. Memiliki API (Application
Programming Interface)
8.
Dengan API, jQuery
dapat memanipulasi content pada suatu halaman web, seperti pengubahan teks,
manipulasi gambar (resize,rotate,crop), penyusunan daftar (list),
pengurutan list, paging, dan lain-lain.
9.
Mampu merespon
interaksi antara user dengan halaman web dengan lebih cepat.
10. Menyediakan fasilitas untuk membuat animasi sekelas Flash dengan
mudah.
5. Ragam Kreasi jQuery
1.
Use jquery to “turn off the lights” while watching videos
2.
3D sphere using jquery
3.
Animate curtains opening with jquery
4.
Quick tip – resizing images on browser window size
5.
Sliding boxes and captains with jquery
6.
Creating a fading header
7.
Jcaption jquery image captains with customizable mark up, style, and
animation
6. Kegunaan dari jQuery
1.
Dokumentasi yang baik
a.
Dokumentasi yang
disediakan pada web jQueryMobile sangatlah mudah dipahami. Di bagian awal akan
dijelaskan bagaimana langkah-langkah untuk memulai menggunakan jQueryMobile.
Dengan pengetahuan dasar HTML saja, seseorang akan cepat memahami tutorial yang
ada didalamnya. Selain itu, dokumentasi juga dikemas dalam bentuk yang
menyenangkan, yaitu dengan melampirkan contoh tampilan yang dihasilkan.
2.
Pada halaman resources
web jQueryMobile, banyak sekali informasi yang didapatkan seputar tutorial,
plugins, extension, tools pengambangan, ebook, dsb. yang bisa digunakan sebagai
panduan.
3.
Mendesain Template
dengan ThemeRoller
a.
Pengguna jQueryMobile
akan dimanjakan dengan fasilitas Themeroller. Themeroller merupakan fasilitas
yang disediakan oleh jQueryMobile untuk mengganti warna dasar desain tampilan
sesuai kebutuhan dengan cara drag & drop. Script hasil modifikasi yang
dihasilkan pun dapat diunduh untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.
b.
Uniknya, themes untuk
tampilan jQueryMobile dapat terdiri dari beberapa kombinasi, sehingga untuk
menggunakan jenis themes yang dipilih cukup dipanggil nama class dalam HTML
yang bersesuaian.
4.
Fitur-fitur terbaik
a.
jQueryMobile dikembangkan
dengan core jQuery yang terkenal dengan desain UI nya yang ringan dan lembut,
sehingga bisa menggantikan teknologi flash. Kemampuan yang baik untuk layar
sentuh seperti pada perangkat-perangkat dengan browser iOS, Android,
Blackberry, Palm WebOS, Nokia/Symbian, Windows Phone 7, MeeGo, Opera
Mobile/Mini, Firefox Mobile, Kindle, Nook, dan lainnya menambah daya tarik
jQueryMobile. JQueryMobile juga telah menggunakan markup dasar HTML5 dan
CSS3. Desain tampilan yang responsive sangat membantu ketika ditampilkan pada
smartphone yang mendukung fitur accelorometer (tampilan otomatis
vertikal/horizontal)
5.
jQueryMobile Maps
6.
Penggunaan peta (maps)
dalam perangkat bergerak sangatlah penting. Para pengembang jQueryMobile juga
telah menyiasati hal tersebut dengan mulai membuat dokumentasi cara menampilkan
maps untuk tujuan tertentu. Tutorial dan contoh aplikasi jQueryMobile Maps
dapat dipelajari pada halaman ini:http://jquery-ui-map.googlecode.com/svn/trunk/demos/jquery-google-maps-mobile.html. Sebagai tambahan, jenis maps yang digunakan pada tutorial tersebut telah
menggunakan Google Maps v3, yang merupakan versi Google Maps terbaru.
7. Cara menggunakan jQuery
1. Ok pertama - tama adalah kita harus mendownload terlebih dahulu jQuery
Library (inti dari jQuery). Dimana download jQuery Library? Downloadnya
di www.jquery.com , silahkan klik Download jQuery. Saat penulisan tutorial ini library
jQuery telah sampai versi 1.9.1
2. Pada halaman selanjutnya pilih versi jquery, ada versi Production dan versi
Developer. Untuk saat ini pilih versi Production jQuery karena
versi Developer ditujukan kepada para master pemrograman dan pengembang jquery.
Catatan :
jQuery selalu merilis dua versi Library yaitu versi Production dan
Development. Perbedaannya adalah versi Production ukuran filenya lebih kecil
karena telah 'dimampatkan' atau istilahnya di Compress. Diperuntukkan bagi pengguna
awam yang ingin langsung menggunakan jQuery. Sedangkan versi Development isi
filenya mudah dibaca karena belum di Compress dan ditujukan unruk para
Developer yang tertarik mempelajari - memanipulasi - bahkan mengembangkan
fungsi - fungsi yang dimiliki oleh jQuery.
3. Akan muncul code dari library JQuery
a. gambar : jquery code library
b. Klik CTRL + S di keyboard untuk menyimpan kode tersebut ke direktori
website anda
c. gambar : save jquery lib pada direktori website
d. Ok sekarang adalah kode untuk memanggil jQuery library supaya dapat terLOAD
di website yang anda buat. Buka dreamweaver dan masukkan kodenya.
e. Scriptnya yang saya cetak tebal merah :
f. gambar : script pemanggil jQuery
A) Panggil / Load library jQuery (stabilo merah)
B) buat script jquery di bagian head untuk mengontrol
object berdasarkan elementnya (stabilo biru)
C) Buat Object beserta elemennya berupa id dan class di
bagian body (stabilo abu - abu)
8. Cara membuat website
sederhana dengan jquery
`
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
Download terlebih dahulu jquery.js yang ada di http://jquery.com/ di link inihttp://code.jquery.com/jquery-1.4.2.min.js atau http://code.jquery.com/jquery-1.4.2.js. Perbedaan antara link pertama dan kedua adalah link pertama “yang
jquery-1.4.2.min.js” merupakan versi compress dari yang versi development
“jquery-1.4.2.js”. Jadi pada dasarnya Anda hanya membutuhkan satu jenis saja
untuk digunakan. Saran saya, gunakanlah yang versi development (yang kedua)
supaya lebih mudah untuk dibaca Setelah itu persiapkan editor yang sering anda
gunakan, seperti notepad, notepad++, scite, netbeans, ataupun eclipse.
Kali ini saya akan menggunakan notepad++ saja.
Buatlah file baru berekstensi .html dan jangan lupa file
jquery-1.4.2.js ada pada
kali ini, saya memberi nama filenya jquery-latihan.html. kemudian buka
jquery-latihan.html tersebut dengan editor anda dan buat template code
html biasa (tag html, head, body)
Selanjutnya kita harus meload javascript yang akan kita gunakan. Dalam hal
ini yaitu jquery-1.4.2.js. Tambahkan di dalam tag headnya
|
<head>
<script type="text/javascript"
src="jquery-1.4.2.js"></script>
</head>
|
Tahap persiapan telah selesai, sekarang saatnya kita masuk tahap main2
dengan jquery
Selanjutnya tambahkan script di bagian head seperti dibawah ini :
|
<head>
<script type="text/javascript"
src="jquery-1.4.2.js"></script>
<script>
//code ini akan
dieksekusi ketika halaman ini di load pertama kali
$(document).ready(function(){
//kode-kode
lainnya
});
</script>
</head>
|
Source code “$(document).ready(function(){});” pada jquery sama halnya
seperti code window.onload pada javascript biasa. Fungsi ini akan dipanggil
ketika halaman html ini di load oleh browser. Nah, nantinya kode-kode jquery
kita akan diletakan di dalam situ deh.
$(document).ready(function(){ //disini});. “disini” –> tempat dimana
anda dapat menambahkan script-script lainnya. Sekarang saya akan coba mengambil
text dari body. Sebelumnya, tambahkan di dalam tag <body> sebuah kalimat
apa saja. Contoh :
|
<body>
Hello World!
</body>
|
Kemudian tambahkan di tag scriptnya sehingga menjadi seperti ini :
|
<script type="text/javascript">
//code ini akan
dieksekusi ketika halaman ini di load pertama kali
$(document).ready(function(){
//kode-kode
lainnya
var
text = $("body").text(); //deklarasi dan inisialisasi variable text
alert(text);
//menampilkan windows alert
});
</script>
|
Cukup mudah bukan :). Sekarang coba anda save dan jalankan jquery-latihan
di browser anda. Ketika di load pertama kali, maka akan muncul windows alert”.
Yang menampilkan “Hello World!
Perhatikan baris $(“body”).text(), $(“body”) merupakan salah satu contoh
“Selector” terhadap suatu tag html (body). Keterangan lebih lengkap mengenai
selectors di jquery ada disini : http://docs.jquery.com/Selectors. Kemudian .text() bermakna mengambil semua text dalam suatu “selectors”
tertentu, dalam hal ini adalah body. Kemudian hasilnya (bertipe string)
disimpan dalam variable bernama text dan ditampilkan kelayar dengan fungsi
alert bawaan javascript. “alert” bukan fungsi jquery tapi fungsi “native”
javascript. Cobalah anda load halaman html anda, maka akan muncul alert yang
isinya text dalam tag body anda.
Sekarang kita akan
mencoba mengubah css dari body dengan jquery. Referensi, silakan baca http://api.jquery.com/css/. Ubah code menjadi seperti berikut.
|
<script type="text/javascript">
//code ini akan
dieksekusi ketika halaman ini di load pertama kali
$(document).ready(function(){
//kode-kode
lainnya
var
text = $("body").text();
alert(text);
$("body").css("background-color","black");
$("body").css("color","white");
});
</script>
|
Tambahkan yang di bold ya. Sebetulnya sama konsepnya seperti yang awal.
Hanya saja kali ini kita mengubah cssnya. Dalam contoh kali ini saya mengubah
warna background belakang dari body dan warna tulisan yang ada di body. Maka
sourcenya akan seperti yang ditunjukkan seperti yang diatas. Source code
lengkapnya sebagai berikut.
Maka akan muncul perubahan ketika anda meload htmlnya. Silakan
dicoba Maksud dari $(“body”).css(“background-color”,”black”); adalah
mengubah background-color dari tag body dengan warna “black”. Pengertian yang
sama dengan $(“body”).css(“color”,”white”);
Sekarang kita akan latihan event handler di jquery. Kalau di javascript itu
contohnya seperti .onclick, onload, onblur, dll. Referensi : http://docs.jquery.com/Events Source codenya.
|
<html>
<head>
<script type="text/javascript"
src="jquery-1.4.2.js"></script>
<script type="text/javascript">
//code ini akan
dieksekusi ketika halaman ini di load pertama kali
$(document).ready(function(){
//kode-kode
lainnya
var
text = $("body").text();
alert(text);
$("body").css("background-color","black");
$("body").css("color","white");
$("#idButton").click(
function()
{
alert("button
dengan id di click");
}
);
$(".clsButton").click(
function()
{
alert("button
dengan calss di click");
}
);
});
</script>
</head>
<body>
hello world
<button id="idButton"> coba klik
saya</button>
<button class="clsButton"> coba
klik saya</button>
</body>
</html>
|
Screen shotnya
Hasilnya.
Hal yang perlu diperhatikan : selectors untuk class dan id. Untuk class
–> $(“.[classname])….., ada ‘titik’ di depan nama kelasnya, untuk id –>
$(“#……”)…. Ada ‘pagar’ didepan nama idnya. Sebetulnya konsepnya sama seperti
css bukan –>. Untuk event di jquery anda dapat melihatnya di http://docs.jquery.com/Events
Salah satu yang menarik dari jquery adalah fungsi animasi yang disediakan.
Anda dapat melihatnya di http://docs.jquery.com/Effects untuk panduan dokumentasinya. Berikut contoh source codenya.
|
<html>
<head>
<script type="text/javascript"
src="jquery-1.4.2.js"></script>
<script type="text/javascript">
//code ini akan
dieksekusi ketika halaman ini di load pertama kali
$(document).ready(function(){
//kode-kode
lainnya
var
text = $("body").text();
alert(text);
//mengubah
css
$("body").css("background-color","black");
$("body").css("color","white");
//event
handler
$("#idButton").click(
function()
{
//event
jika button di klik
alert("button
dengan id di click");
}
);
//event
handler
$(".clsButton").click(
function()
{
//event
jika button di klik
alert("button
dengan calss di click");
}
);
//event
handler
$("#hide").click(
function()
{
//hilangkan
div id animated secara perlahan2
$("#animated").fadeOut('slow',
function() {
alert("udh
selesai animasinya");
});
//atau
(tanpa ada pesan selesainya <img src
" alt=":)" class="wp-smiley"> )
//$("#animated").fadeOut('slow');
}
);
});
</script>
</head>
<body>
hello world
<button id="idButton"> coba klik
saya</button>
<button class="clsButton"> coba
klik saya</button>
<div id="animated">
lorem ipsum lorem ipsum
lorem ipsum lorem ipsum
lorem ipsum lorem ipsum
lorem ipsum lorem ipsum
</div>
<button id="hide"> sembunyikan
saya</button>
</body>
</html>
|
Perhatikan source code yang saya tambahkan (di bold). Saya menambahkan
suatu div dan suatu button yang jika di klik maka div akan perlahan-lahan
hilang (fadeout). Untuk itu saya menambahkan event handler pada button dengan
id “hide” yaitu $(“#hide”).click(function () { …. dan menghilangkannya dengan
fungsi fadeOut(‘slow’, function() { ….. atau fadeOut(‘slow’) saja. Keterangan
lebih rinci mengenai fadeout, dan animasi-animasi lainnya anda dapat liat di
dokumentasi.
9. Perbedaan jquery dengan
javascript
Perbedaan dari definisi
javascript dan jquery
Javascript adalah
bahasa pemrograman yang dirancang untuk berjalan di lingkungan klien yang
dikombinasikan dengan dokumen HTML. Javascript dijalankan dengan bantuan
browser sehingga dapat melakukan interaksi dengan user, melakukan kontrol
browser dan memanipulasi dokumen web saat ditampilkan.
Sedangkan jquery adalah
komponen/librari/framework yang dibuat dari javascript dengan tujuan memudahkan
seorang programmer dalam menggunakan fungsi-fungsi yang lebih rumit. Dengan
jquery, seorang programmer bisa lebih leluasa dan mudah melakukan
kontrol/manipulasi halaman web. Oleh karena kemudahan tersebut jquery memiliki
semboyan "write less, do more" yang bisa kita artikan
dengan sedikit menulis kode tapi dapat melakukan banyak hal.
Jquery dibangun dengan berorientasi objek sehingga akan lebih optimal dan
memiliki kemampuan yang lebih luas untuk menciptakan serta memanipulasi halaman
web yang dikirimkan ke browser pengguna.
Mari kita lihat bagaimana penulisan javascript dan javascript untuk
melakukan sebuah manipulasi background dokumen html berikut :
|
1
2
3
4
5
6
7
|
<script language="javascript">
function changeBackground(color)
{
document.body.style.background = color;
}
onload="changeBackground('red');"
</script>
|
|
1
2
3
|
<script>
$('body').css('background', '#ccc');
</script>
|
Dari script diatas bisa anda lihat, bahwa jquery lebih bepusat pada objek
sehingga cara melakukan perubahannya akan lebih sederhana.
- See more at:
http://www.zainalhakim.web.id/posting/perbedaan-javascript-dan-jquery.html#sthash.JL5MyJG0.dpuf
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Jquery adalah kumpulan beberapa kode yang siap dipakai untuk mempermudah
dan mempercepat dalam pembuatan kode Javascript
Jadi intinya jquery itu menyederhanakan kode Javascript sesuai dengan
slogannya yaitu ”Write less, do more”. Pengertian lain dari
jquery adalah pustaka JavaScript kecil bersumber
terbuka yang menekankan pada interaksi antara JavaScript dan HTML. Jquery
terdapat banyak eklebihan dan kekurangan di dalamnya. Jquery juga mempunyai
beragam jenis kreasi yaitu terdapat 7 ragam. Jika dilihat cara kerja dari
jquery pun kelihatannya tidak terlalu sulit.
2. Saran
Makalah ini diharapkan mampu dijadikan referensi dan sarana pembelajaran
mengenai jaringan komputer serta mampu diaplikasikan dan dikembangkan di
kehidupan sehari-hari tepatnya dunia komputerisasi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Pradita, viyan. 2013. Pengertian
jquery dan ragam kreasinya. Kode blogger.htm. diakses pada 18 desember 2013
2. Sisvanto, gregah. 2012.
Mari membahas tentang jquery. http://tecnoismylife.blogspot.com diakses pada 12 november 2013
3. Johan. 2013. Tentang
fungsi jquery dan sejarahnya. www.ilmugrafis.com. Diakses pada tanggal
12 november 2013
4. Sofa, ahmad. 2012. Jquery
kelebihan kekurangan dan fakta lainnya. http://ahmadsoffa.blogspot.com .
diakses pada tanggal 12 november 2013
5. Zulfikar. 2011. Pengertian
jquery dan ragam kreasinya. http://kode-blogger.blogspot.com/. Diakses pada 12 november2013
6. Kakaeriel. 2012. Pengenalan
dasar jquery. http://kakaeriel.com . diakses pada 20 november 2013
7. Hakim, zainal. 2013. Kumpulan
artikel pemrograman jquery. www.zainalhakim.web.id . diakses pada 20
november 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar